Junction dalam Rangkaian Listrik – Definisi Junction dan Node

Junction dalam rangkaian listrik atau titik cabang sering disalahartikan sedikit dengan node dalam rangkaian listrik.

Ada beberapa hal yang harus dipatuhi tentang kedua hal ini:

  • Titik dimana terminal pada dua atau lebih elemen rangkaian terhubung, begitu juga dengan kabel atau konduktor apapun di antaranya, dikenal dengan node.
  • Definisi sebuah node telah disepakati oleh semua orang.
  • Titik pada rangkaian dimana arus bercabang umumnya dikenal dengan junction atau titik cabang.

Sebuah junction juga dikenal dengan sebuah node yang menghubungkan tiga atau lebih elemen rangkaian.

junction dalam rangkaian listrik

Elemen berwarna hitam, node memiliki warna, dan junction adalah titik hitam di antara elemen atau kabel, menurut definisi yang paling disetujui.

Node dalam Rangkaian Listrik

Sebuah titik dalam rangkaian dimana dua atau lebih elemen rangkaian bertemu dikenal dengan node listrik. Sebuah resistor, kapasitor, kapasitor, dan elemen lain adalah contoh dari elemen-elemen listrik.

Tiap elemen memiliki terminal, yang mana merupakan konduktor yang lebih panjang dari tubuh elemen. Elemen terhubung ke rangkaian melalui terminal.

Terminal adalah konduktor yang dapat menghubungkan elemen ke rangkaian.

Sebuah node adalah titik dimana terminal kedua elemen bertemu.

Jika tidak ada kabel yang menghubungkan terminal, kabel juga dianggap sebagai node. Keseluruhan panjang rangkaian dengan tidak adanya perbedaan tegangan juga dianggap sebagai node (karena tidak ada resistansi).

junction dalam rangkaian listrik

Sebuah node diwakili oleh warna tertentu. Rangkaian ini memuat tiga node.

Tiga node yang menghubungkan elemen dalam rangkaian di atas adalah:

  1. Node pertama (biru) terbentuk dari resistor R1, R2, dan R3, dan terminal sumber tegangan DC V1. Terminal dalam warna hitam karena secara teknis bukan merupakan bagian dari node.
  2. Node kedua (hijau) di antara terminal resistor R3 dan kapasitor C1.
  3. Node ketiga (merah) di antara terminal sumber tegangan DC V1, resistor R1 dan R2, dan kapasitor C1.

Junction dalam Rangkaian Listrik

Dari titik inilah akan menjadi cukup rumit. Arti dari junction atau titik persimpangan atau titik temu dalam rangkaian listrik telah sedikit demi sedikit berubah dalam definisi fisika dan insinyur.

Fokus kita saat ini adalah junction dalam rangkaian listrik.

Fisikawan:

Junction seperti pada titik manapun dalam rangkaian dimana arus dapat berpisah, sesuai Fisika. Junction, tidak seperti node, adalah titik.

Kabel dengan tegangan yang setara di sekitar junction tidak termasuk dalam junction (dimana node adalah titik koneksi dan kabel penghubung apapun di antara terminal).

Faktanya, hal ini dapat berguna sebagai titik koneksi antara elemen dan kabel. Arus dapat terbagi di manapun. Titik hitam dalam rangkaian diatas juga mewakili junction.

Ada tiga node dalam rangkaian, meskipun ada lima junction. Ini adalah definisi paling umum sebuah junction yang ditemukan dalam buku.

Insinyur:

Kadang insinyur setuju dengan fisikawan dan kadang tidak setuju dengan mereka. Insinyur sering menulis dan mendefinisikan ulang apa yang dapat membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah.

Insinyur sering mendefinisikan junction adalah suatu bentuk node dengan setidaknya tiga elemen yang terhubung ketika mereka tidak setuju dengan fisikawan. Junction adalah jenis node dengan definisi ini.

Node setidaknya memiliki dua elemen terhubung, tetapi junction setidaknya memiliki tiga.

Insinyur, di sisi lain, terkadang tidak menganggap kabel penghubung ketika mendefinisikan junction. Insinyur terkadang menggunakan sebutan “titik” ketika menyinggung soal node dan junction (daripada kabel interkoneksi keseluruhan).

Tetapi ada definisi lain yang perlu kita pertimbangkan:

Lokasi atau area dimana banyak konduktor atau semikonduktor terhubung secara fisik dianggap sebagai junction kelistrikan. Junction termoelektrik, junction logam-semikonduktor, dan junction p-n adalah contoh dari junction kelistrikan.

Ada dua jenis junction: penyearah dan bukan penyearah. Kontak ohm adalah junction bukan penyearah. Dioda P-N, dioda Schottky, dan bipolar junction transistor adalah contoh komponen listrik yang menggunakan junction penyearah. (Penerima listrik).

Apakah ada Perbedaan Node dan Junction dalam Rangkaian Listrik?

Pada banyak kasus, perbedaan antara node dan junction tidak penting. Keduanya mewakili koneksi rangkaian.

Jika kita tidak membicarakan tentang dua junction dalam satu node yang sama, kalian akan memperoleh jawaban yang sama jika kalian bertanya tentang perbedaan tegangan antara dua node atau junction.

Tegangan akan nol dalam kondisi ini, dan ini akan menjadi pertanyaan yang membingungkan atau bisa jadi menjadi kesalahan.

Ketika perbedaan menjadi hal penting, kalian dapat dengan langsung menentukan apa yang dimaksud orang. Baik fisikawan atau insinyur, untuk banyak hal, ingin untuk memberikan definisi seakurat mungkin.

Mereka akan sering mempertanyakan lokasi atau bagian khusus “dimana junction pada titik A” atau “Node di antara R1 dan R3” jadi kalian dapat paham apa yang mereka bicarakan.

Kapan Menggunakan Node?

Ketika menggunakan Hukum Kirchoff Arus (KCL), node biasanya lebih aman digunakan dan lebih mudah ditandai daripada junction. Kalian perlu membongkar rangkaian menjadi bagian yang lebih kecil jika menggunakan junction.

Kalian akan memberikan usaha lebih hanya untuk memperoleh hasil yang sama. Contohnya, kalian dapat menggunakan KCL untuk mengevaluasi tiap junction dalam rangkaian paralel seperti contoh di atas, tapi kalian akan memperoleh dua persamaan lebih banyak (satu untuk tiap junction pada dua cabang arus pertama).

Setelah itu, kalian harus bisa menemukan cara bagaimana menyelesaikan arus yang tidak diketahui. Hal ini menghasilkan persamaan lebih banyak, tetapi juga lebih banyak variabel yang tidak diketahui. Hal ini dengan sederhana membuat hal lebih sulit. Untuk suatu alasan, KCL juga dikenal hukum node.

Kapan Menggunakan Junction?

Ketika belajar tentang loop, contohnya, ketika menggunakan Hukum Kirchoff Tegangan (KVL). Kalian akan merasa lebih mudah untuk menandai batasan loop dengan menggunakan junction dalam rangkaian listrik pada setiap sudut ketika memungkinkan.

Hal ini lebih sederhana untuk menuliskan persamaan KVL dan menghindari ketidakjelasan.

Tinggalkan komentar