{"id":39,"date":"2023-12-13T21:27:43","date_gmt":"2023-12-13T21:27:43","guid":{"rendered":"http:\/\/wiraelectrical.com\/id\/2019\/10\/17\/transformasi-sumber\/"},"modified":"2025-01-29T05:11:42","modified_gmt":"2025-01-29T05:11:42","slug":"transformasi-sumber","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/transformasi-sumber\/","title":{"rendered":"Teorema Transformasi Sumber &#8211; Rumus dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Teorema transformasi sumber \u2013 Dari postingan sebelumnya kita telah mempelajari tentang koneksi seri dan paralel serta transformasi wye-delta. Cara-cara tersebut akan sangat membantu kita dalam menyederhanakan suatu rangkaian listrik. Metode lain yang bisa kita gunakan adalah Transformasi Sumber.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/konsep-dasar-rangkaian-listrik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rangkaian listrik<\/a> dibangun dari <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/elemen-rangkaian-sumber-tegangan-dan-arus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">elemen aktif dan pasif<\/a>. Seperti yang telah kalian ketahui, unsur aktif mampu menghasilkan energi sedangkan unsur pasif hanya menyerap energi atau diubah menjadi bentuk energi lain. Elemen aktif yang paling umum kita gunakan adalah sumber tegangan dan sumber arus. Keduanya dapat dibedakan lagi menjadi sumber independen dan dependen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kita berbicara tentang sumber independen, energi yang tersimpan (tegangan atau arus) adalah nilai yang tetap. Di sisi lain, sumber dependen mempunyai nilai yang bergantung pada variabel lain dalam rangkaian (tegangan atau arus di tempat tertentu).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian Transformasi Sumber<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kompleksitas rangkaian listrik dapat berbeda-beda untuk setiap aplikasi. Selain <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/hukum-ohm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hukum Ohm<\/a> dan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/hukum-kirchhoff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hukum Kirchhoff<\/a>, kita juga mempunyai teorema analisis rangkaian listrik:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/teorema-superposisi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teorema superposisi<\/a>.<\/li>\n<li>Teorema Thevenin.<\/li>\n<li>Teorema Norton.<\/li>\n<li>Teorema Millman.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain keempat hal di atas, kita juga bisa menggunakan Transformasi Sumber.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi sumber menyiratkan transformasi sumber tegangan menjadi sumber arus dan sebaliknya. Tentu akan ada prosedur khusus yang harus kita ikuti. Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi sumber bekerja dengan prinsip kesetaraan. Kita ingat istilah rangkaian ekuivalen yang karakteristik v-i nya identik dengan rangkaian aslinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dasar dari alat-alat ini adalah konsep kesetaraan. Kita ingat bahwa rangkaian ekivalen adalah rangkaian yang karakteristik v-i nya identik dengan rangkaian aslinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Apa aturan transformasi sumber?<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi sumber adalah dengan menggunakan hukum Ohm dengan mengganti sumber tegangan yang ada secara seri dengan suatu hambatan, dengan sumber arus yang paralel dengan hambatan yang sama, atau sebaliknya. Sumber-sumber yang ditransformasikan dianggap identik dan dapat saling menggantikan dalam suatu rangkaian.<\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus Transformasi Sumber<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita ingat bahwa persamaan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/analisis-node\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">analisis tegangan node<\/a> atau <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/analisis-mesh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">arus mesh<\/a> ditulis dengan pemeriksaan sederhana pada rangkaian ketika sumbernya adalah sumber tegangan independen atau sumber arus independen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sangat mudah untuk dapat melakukan substitusi antara sumber tegangan yang dihubungkan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-seri-penjelasan-ciri-rumus-dan-rangkaian-pembagi-tegangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seri dengan resistor<\/a> dan sumber arus yang dihubungkan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-paralel-pengertian-rumus-gambar-dan-contoh-soal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">paralel dengan resistor<\/a>. Contoh ide ini dapat dilihat pada Gambar.(1). Substitusi mana pun dikenal sebagai transformasi sumber.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2196\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-1.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 1\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-1.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-1-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-1-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-1-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 1. Transformasi sumber<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi sumber adalah proses penggantian sumber tegangan vs yang dirangkai seri dengan resistor R dengan sumber arus yang diparalel dengan resistor R, atau sebaliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekilas terlihat dua rangkaian pada Gambar.(2) berbeda namun sebenarnya keduanya ekuivalen karena mempunyai karakteristik v-i yang sama pada terminal a-b.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2197\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-2.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 2\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-2.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-2-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-2-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-2-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 2. Transformasi sumber<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana kita tahu rangkaian tersebut ekuivalen?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kita mematikan sumbernya, resistansi ekuivalen di a-b pada kedua rangkaian adalah R.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kita membuat hubungan pendek a-b:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Rangkaian sisi atas memiliki arus hubung singkat yang mengalir melalui a-b pada i<sub>sc<\/sub>=v<sub>s<\/sub>\/R.<\/li>\n<li>Rangkaian sisi bawah memiliki i<sub>sc<\/sub>=i<sub>s<\/sub>.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, kita memerlukan karakteristik v-i v<sub>s<\/sub>\/R=i untuk membuat dua rangkaian menjadi ekuivalen. Dari sini kami menyimpulkan bahwa rumus transformasi sumber ditulis sebagai:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2207\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/1-3.gif\" alt=\"\" width=\"231\" height=\"67\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya pada sumber independen, kita juga dapat menerapkan transformasi sumber pada sumber dependen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita dapat melihat contoh pada Gambar.(2) dimana kita mempunyai sumber tegangan tak bebas yang dihubungkan secara seri dengan sebuah resistor. Kami mengubahnya menjadi sumber arus tak bebas yang dihubungkan paralel dengan resistor yang sama atau sebaliknya. Kita juga menggunakan Persamaan (1) di atas untuk memenuhi aturan ekuivalen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama halnya dengan transformasi wye-delta, transformasi sumber ini tidak akan mempengaruhi bagian rangkaian lainnya. Ini adalah metode yang ampuh untuk memanipulasi rangkaian agar analisisnya lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, kita harus mengingat hal-hal berikut ketika menangani transformasi sumber.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Perhatikan Gambar.(1) atau (2) bahwa panah sumber arus mengarah ke terminal positif sumber tegangan.<\/li>\n<li>Perhatikan Persamaan (1) bahwa transformasi sumber tidak mungkin dilakukan jika R = 0, seperti halnya pada sumber tegangan ideal. Namun, untuk sumber tegangan praktis yang tidak ideal, R \u2260 0. Demikian pula, sumber arus ideal dengan R = \u221e tidak dapat digantikan oleh sumber tegangan berhingga.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang sampai pada pertanyaan penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisakah Anda melakukan transformasi sumber dengan sumber dependen?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teorema transformasi sumber berlaku untuk rangkaian dengan sumber tak bebas.<\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Transformasi Sumber Arus ke Tegangan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan contoh rangkaian di bawah ini untuk memahami bagaimana melakukan transformasi sumber arus menjadi tegangan. Tentu saja rangkaian mempunyai sumber arus dan kita perlu mengubahnya menjadi sumber tegangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita dapat mengubah sumber arus menjadi sumber tegangan dengan rumus di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2208\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/2-3.gif\" alt=\"\" width=\"95\" height=\"79\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2198\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-3.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 3\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-3.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-3-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-3-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-3-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sumber Transformasi Tegangan ke Arus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan contoh rangkaian di bawah ini untuk memahami bagaimana melakukan transformasi sumber tegangan menjadi arus. Tentu saja rangkaian mempunyai sumber tegangan dan kita perlu mengubahnya menjadi sumber arus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita dapat mengubah sumber arus menjadi sumber tegangan dengan rumus di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2209\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/3-3.gif\" alt=\"\" width=\"71\" height=\"115\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2199\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-4.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 4\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-4.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-4-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-4-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-4-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Transformasi Sumber<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pemahaman yang lebih baik mari kita tinjau masalah transformasi sumber dengan solusi di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.) Gunakan transformasi sumber untuk mencari v<sub>o<\/sub> pada rangkaian di Gambar.(3).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2200\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-5.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 5\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-5.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-5-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-5-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-5-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 3<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Solusi :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama-tama kita transformasikan sumber arus dan tegangan untuk mendapatkan rangkaian pada Gambar.(4a). Sumber arus akan diganti dengan sumber tegangan dengan cara:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2210\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/4-3.gif\" alt=\"\" width=\"100\" height=\"79\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2201\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-6.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 6\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-6.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-6-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-6-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-6-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 4.(a)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menggabungkan resistor 4 \u03a9 dan 2 \u03a9 secara seri menghasilkan resistor 6\u03a9. Transformasi sumber tegangan 12 V menghasilkan Gambar.(4b). Nilai sumber saat ini ditulis oleh:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2211\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/5-3.gif\" alt=\"\" width=\"67\" height=\"120\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2202\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-7.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 7\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-7.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-7-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-7-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-7-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 4.(b)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang kita gabungkan resistor 3 \u03a9 dan 6 \u03a9 secara paralel untuk mendapatkan 2 \u03a9.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kami juga menggabungkan sumber arus 2 A dan 4 A untuk mendapatkan sumber arus 2 A. Jadi, dengan menerapkan transformasi sumber berulang kali, kita memperoleh rangkaian pada Gambar.(4c).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2203\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-8.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 8\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-8.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-8-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-8-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-8-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 4.(c)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita menggunakan pembagian saat ini pada Gambar.(4c) untuk mendapatkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2212\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/6-3.gif\" alt=\"\" width=\"188\" height=\"47\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">dan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2213\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/7-3.gif\" alt=\"\" width=\"223\" height=\"23\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alternatifnya, karena resistor 8 \u03a9 dan 2 \u03a9 pada Gambar.(4c) dipasang paralel, maka keduanya mempunyai tegangan v<sub>o<\/sub> yang sama. Karena itu,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2214\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/8-3.gif\" alt=\"\" width=\"140\" height=\"104\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2.) Temukan v<sub>x<\/sub> pada Gambar.(5) menggunakan transformasi sumber.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2204\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-9.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 9\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-9.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-9-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-9-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-9-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 5<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah kita belajar tentang transformasi sumber dengan sumber dependen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian pada Gambar.(5) melibatkan sumber arus tak bebas yang dikontrol tegangan. Kami mengubah sumber arus tak bebas ini dan juga sumber tegangan bebas 6 V seperti ditunjukkan pada Gambar.(6a). Sumber tegangan 18 V tidak mengalami transformasi karena tidak dihubungkan secara seri dengan resistor apapun.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2205\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-10.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 10\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-10.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-10-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-10-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-10-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 6.(a)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua 2 \u03a9 yang digabung secara paralel menghasilkan resistor 1 \u03a9, yang paralel dengan sumber arus 3 A.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2206\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-11.jpg\" alt=\"teorema transformasi sumber 11\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-11.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-11-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-11-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/teorema-transformasi-sumber-11-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 6.(b)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber arus diubah menjadi sumber tegangan seperti ditunjukkan pada Gambar.(6b). Perhatikan bahwa terminal untuk v<sub>x<\/sub> masih utuh. Menerapkan KVL di sekitar <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/node-cabang-dan-loop-rangkaian-listrik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">loop<\/a> pada Gambar.(6b) akan memberikan hasil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2215\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/9-3.gif\" alt=\"\" width=\"247\" height=\"48\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menerapkan KVL ke loop yang hanya berisi sumber tegangan 3 V, resistor 1 \u03a9, dan hasil v<sub>x<\/sub><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2216\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/10-3.gif\" alt=\"\" width=\"371\" height=\"48\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengganti ini ke (2.1), kita mendapatkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2217\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/11-3.gif\" alt=\"\" width=\"350\" height=\"18\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai alternatif, kita dapat menerapkan KVL pada loop yang mengandung v<sub>x<\/sub>, resistor 4 \u03a9, sumber tegangan tak bebas yang dikontrol tegangannya, dan sumber tegangan 18 V pada Gambar.(6b). Kita mendapatkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2218\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/12-3.gif\" alt=\"\" width=\"389\" height=\"19\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2219\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/07\/13-3.gif\" alt=\"\" width=\"168\" height=\"18\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":2220,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"class_list":["post-39","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisa-rangkaian-listrik","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2221,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions\/2221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}