{"id":2945,"date":"2025-03-21T13:13:35","date_gmt":"2025-03-21T13:13:35","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=2945"},"modified":"2025-03-21T13:13:36","modified_gmt":"2025-03-21T13:13:36","slug":"koreksi-faktor-daya-pfc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/koreksi-faktor-daya-pfc\/","title":{"rendered":"Definisi dan Contoh Koreksi Faktor Daya (PFC)"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koreksi Faktor Daya (PFC) merupakan salah satu metode untuk meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan. Metode ini digunakan semata-mata untuk meningkatkan koefisien faktor daya dalam suatu <\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/konsep-dasar-rangkaian-listrik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">rangkaian listrik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan efisiensi yang lebih baik, energi listrik yang digunakan akan lebih maksimal sehingga energi listrik yang terbuang pun akan lebih minimal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja disipasi daya dalam rangkaian DC akan berbeda dengan <\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">rangkaian AC<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya yang disipasi dalam rangkaian DC dihitung secara sederhana dengan mengalikan tegangan DC dengan arus DC. Hal ini dikarenakan induktor dan kapasitor dapat diabaikan dalam rangkaian DC. Daya yang disipasi dalam rangkaian DC bersifat linier.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda ceritanya dengan rangkaian AC, di mana reaktansi yang dihasilkan oleh induktor dan\/atau kapasitor mempengaruhi rangkaian. Daya yang disipasi dalam rangkaian AC berubah secara terus-menerus baik dalam arah maupun besarnya karena merupakan <\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/bentuk-gelombang-sinusoidal\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bentuk gelombang sinusoidal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai permulaan, kita perlu mengingat dua hal:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Induktansi menyebabkan arus tertinggal di belakang tegangan (maksimum 90<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">o<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Kapasitansi menyebabkan arus mendahului tegangan (maksimum 90<sup>o<\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Koreksi Faktor Daya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koreksi Faktor Daya atau PFC adalah rangkaian yang menggunakan koneksi paralel kapasitor untuk mengurangi pergeseran fasa yang disebabkan oleh beban induktif atau menggunakan induktor untuk mengurangi pergeseran fasa yang disebabkan oleh beban kapasitif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kita menggunakan kapasitor atau induktor untuk mengoreksi faktor daya di rangkaian kita tergantung pada jenis faktor daya di rangkaian kita. Semakin tinggi faktor daya (mencapai satu atau 1), semakin efisien rangkaian tersebut bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga jenis faktor daya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Faktor Daya Satu<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah rangkaian yang arusnya sefase dengan tegangannya. Faktor daya sama dengan 1 (satu). Ini adalah rangkaian ideal tanpa daya reaktif di rangkaian tersebut. Kita tidak perlu mengoreksi faktor daya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Faktor Daya Tertinggal<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah rangkaian yang arusnya tertinggal dari tegangan. Hal ini disebabkan oleh beban induktif yang berlebihan di rangkaian tersebut. Peringkat daya berkisar dari 0 hingga 1 tetapi sudut fasa antara tegangan dan arusnya minus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Faktor Daya Terdepan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah rangkaian yang arusnya mendahului tegangan. Hal ini disebabkan oleh beban kapasitif yang berlebihan di dalam rangkaian. Nilai daya berkisar antara -1 hingga 0.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum beralih ke koreksi PF, kita perlu memahami sepenuhnya jenis-jenis daya, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya nyata (P) = energi yang dapat digunakan yang ditransfer ke beban (W). Ini adalah total daya yang tersedia yang dapat kita manfaatkan sepenuhnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya reaktif (Q) = dapat digunakan untuk menghasilkan medan magnet dalam komponen induktif atau kapasitif (VAR). Daya ini ditransfer kembali ke pasokan yang menyebabkan gangguan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya semu (S) = kombinasi daya nyata dan reaktif (VA). Ini adalah jumlah total daya yang dikonsumsi dalam suatu rangkaian. Inilah sebabnya mengapa tagihan listrik dibebankan berdasarkan daya semu meskipun daya nyata adalah satu-satunya daya yang dapat digunakan sepenuhnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2946\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-1.jpg\" alt=\"koreksi faktor daya 1\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-1.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-1-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-1-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-1-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Koreksi Faktor Daya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada jalan pintas untuk langsung menggunakan rumus koreksi faktor daya. Biasanya, kita perlu menghitung daya aktif, daya reaktif, daya semu, dan sudut fasa terlebih dahulu dari suatu rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, kita tentukan faktor daya baru yang kita inginkan dan hitung kapasitansi atau induktansi yang diperlukan untuk mengurangi gangguan pada rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, kita akan menggunakan kapasitor koreksi faktor daya untuk mengurangi pemborosan pada rangkaian RL.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalkan kita memiliki rangkaian dengan beban induktif sehingga arus rangkaian kita tidak sefase dengan tegangan. Lebih jauh, faktor daya tidak satu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2947\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-2.jpg\" alt=\"koreksi faktor daya 2\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-2.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-2-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-2-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-2-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Impedansi adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2950\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/1.gif\" alt=\"\" width=\"272\" height=\"70\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tegangan VR melintasi resistor (atau daya nyata, P), tegangan VL melintasi induktor (atau daya reaktif, Q), dan daya total (atau daya semu, S) adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2951\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/2.gif\" alt=\"\" width=\"253\" height=\"107\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat menghitung sudut fase menggunakan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2952\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/3.gif\" alt=\"\" width=\"299\" height=\"41\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2953\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/4.gif\" alt=\"\" width=\"148\" height=\"62\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya nyata (P), daya reaktif (Q), dan daya semu (S) adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2954\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/5.gif\" alt=\"\" width=\"349\" height=\"66\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus tertinggal 63<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">o<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\"> dari tegangan dengan faktor daya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2955\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/6.gif\" alt=\"\" width=\"72\" height=\"38\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meminimalkan daya reaktif yang dikonsumsi oleh induktor (645,25 VAR), kita perlu menambahkan lebih banyak reaktansi berlawanan ke rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat bahwa faktor daya 0,45 berarti kita membutuhkan 500VA untuk menghasilkan daya nyata 225W.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena reaktansi induktif positif, kita dapat menambahkan reaktansi kapasitif yang negatif ke rangkaian untuk membuat faktor daya sedekat mungkin dengan 1 atau satu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menambahkan kapasitor secara paralel dengan induktor akan meminimalkan daya reaktif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asumsikan kita ingin meningkatkan faktor daya dari 0,45 menjadi 0,90.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudut fase adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2956\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/7.gif\" alt=\"\" width=\"87\" height=\"43\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">VAR yang dibutuhkan jika kita menggunakan daya nyata di atas adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2957\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/8.gif\" alt=\"\" width=\"291\" height=\"107\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berarti daya reaktif kita sebelumnya sebesar 645,25 VAR perlu dikoreksi menjadi 152 VAR. Kita memerlukan kapasitor untuk mengurangi 645,25 \u2013 152 = 493,25 VAR.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya reaktif kapasitif yang dibutuhkan adalah 493,25 VAR sehingga reaktansi nya harus<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2958\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/9.gif\" alt=\"\" width=\"191\" height=\"89\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyeimbangkan reaktansi induktif, kita memerlukan reaktansi kapasitif yang sama dengan 42,625 \u03a9 pada frekuensi yang sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persamaan koreksi faktor daya digunakan ketika kita harus menghitung kapasitor yang diperlukan untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh induktor, atau induktor untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh kapasitor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini kita perlu menghitung kapasitor yang perlu ditambahkan ke rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2959\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/10.gif\" alt=\"\" width=\"208\" height=\"152\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua perhitungan ini, kita memerlukan kapasitor 62,26 uF yang dihubungkan paralel ke induktor untuk meningkatkan faktor daya 0,45 hingga 0,90.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai volt-ampere daya semu (S) yang baru adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2960\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/11.gif\" alt=\"\" width=\"165\" height=\"74\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah segitiga koreksi faktor daya yang terdiri dari sudut fase sebelum dan sesudah, daya semu (S), dan daya reaktif (Q).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2948\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-3.jpg\" alt=\"koreksi faktor daya 3\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-3.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-3-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-3-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-3-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus yang ditarik dari pasokan adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2961\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/12.gif\" alt=\"\" width=\"127\" height=\"109\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menunjukkan kepada kita peningkatan efisiensi dengan melihat 2,48 ampere yang diambil dari pasokan daripada 5 ampere.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian koreksi faktor daya kita terdiri dari rangkaian RL sebelumnya dengan kapasitor pfc yang dihubungkan secara paralel dengannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2949\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-4.jpg\" alt=\"koreksi faktor daya 4\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-4.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-4-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-4-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/koreksi-faktor-daya-4-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua langkah ini dapat digunakan pada rangkaian kapasitif yang dikoreksi oleh beban induktansi yang dihubungkan secara paralel.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koreksi Faktor Daya atau PFC adalah rangkaian yang menggunakan koneksi paralel kapasitor untuk mengurangi pergeseran fasa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2962,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-2945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-rangkaian-ac","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2945"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2945\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2963,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2945\/revisions\/2963"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}