{"id":2588,"date":"2024-09-12T15:24:17","date_gmt":"2024-09-12T15:24:17","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=2588"},"modified":"2025-01-29T03:45:20","modified_gmt":"2025-01-29T03:45:20","slug":"persamaan-pengisian-kapasitor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/persamaan-pengisian-kapasitor\/","title":{"rendered":"Persamaan Pengisian Kapasitor"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang mencari cara untuk mengisi kapasitor? Jika ya, maka solusi paling sederhana untuk melakukannya adalah rangkaian RC. Kita juga akan menemukan persamaan pengisian kapasitor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis rangkaian ini cukup sederhana. Dengan menghubungkan resistor, kapasitor, dan sumber tegangan secara seri, kapasitor (C) dapat diisi melalui resistor (R).<\/span><\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian RC Penundaan Waktu atau Konstanta Waktu<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum beralih ke rangkaian pengisian RC dan rumus pengisian kapasitor, ada baiknya kita pahami dulu istilah yang disebut Konstanta Waktu. Kita akan menemukan penundaan waktu atau konstanta waktu ini di setiap rangkaian listrik dan elektronik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, akan ada beberapa &#8220;penundaan waktu&#8221; di <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/konsep-dasar-rangkaian-listrik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rangkaian listrik<\/a> antara terminal input dan terminal output saat rangkaian dialiri tegangan atau sinyal dalam arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, Konstanta Waktu ini merupakan respons waktu orde pertama dari rangkaian yang dialiri sinyal atau tegangan. Nilai konstanta waktu ini bergantung pada komponen reaktif, seperti kapasitor dan induktor di rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan sering menemukan konstanta waktu jika kita mencoba mengisi kapasitor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satuan Konstanta Waktu adalah Tau, dengan simbol \u2013 \ud835\udf0f<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, mari kita asumsikan bahwa kita memiliki rangkaian dengan kapasitor &#8220;kosong&#8221;. Kita dapat menyebutnya kapasitor &#8220;kosong&#8221;. Kemudian kita berikan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-searah-dasar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tegangan DC<\/a> ke rangkaian dan arus mulai mengalir. Arus ini ditarik oleh kapasitor dan kita sebut sebagai &#8220;arus pengisian&#8221;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitor mulai &#8220;mengisi daya&#8221; selama sumber tegangan DC diberikan. Begitu tegangan diturunkan, kapasitor mulai melakukan &#8220;pengosongan daya&#8221; dengan arah yang berlawanan dengan sumber tegangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda mungkin bertanya-tanya &#8220;mengapa seperti itu?&#8221;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika kita coba mencarinya di Google, kita akan langsung menemukan jawabannya, yang disediakan oleh Wikipedia. Namun, mari kita tuliskan di sini agar Anda tidak perlu membuka tab baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, kapasitor adalah perangkat yang memberikan kapasitansi pada rangkaian. Bentuk fisik kapasitor terdiri dari dua konduktor listrik. Kapasitor dapat berupa sepasang pelat atau permukaan logam yang dipisahkan oleh media dielektrik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat persamaan untuk menghitung muatan listrik yang tersimpan di antara pelat konduktor, yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2597\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/1-1.gif\" alt=\"\" width=\"71\" height=\"17\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengisian dan pengosongan kapasitor ini memerlukan waktu. Di sinilah kita menggunakan istilah \u201cKonstanta Waktu\u201d untuk menghitung waktu yang dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini juga akan bertindak sebagai rumus pengisian kapasitor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ringkasnya, Konstanta Waktu adalah waktu untuk mengisi kapasitor melalui resistor dari tegangan pengisian awal nol hingga sekitar 63,2% dari sumber tegangan DC yang diberikan. Konstanta Waktu juga digunakan untuk menghitung waktu untuk mengosongkan kapasitor melalui resistor yang sama hingga sekitar 36,8% dari tegangan pengisian awal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian RC terbentuk dari hubungan seri resistor, kapasitor, dan sumber tegangan seperti yang disebutkan di atas. Kapasitor akan secara bertahap mengisi tegangan pengisiannya hingga nilainya sama dengan sumber tegangan dalam asumsi ideal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Interval waktu kapasitor untuk pengisian penuh juga dikenal sebagai waktu respons transien \ud835\udf0f. Kita dapat menemukan nilai dari hasil perkalian resistansi dan kapasitansi. Oleh karena itu,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2598\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/2.gif\" alt=\"\" width=\"84\" height=\"13\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\ud835\udf0f = konstanta waktu, diukur dalam satuan detik (s)<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">R = resistansi, diukur dalam satuan ohm (ohm)<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C = kapasitansi, diukur dalam satuan Farad (F)<\/span><\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian RC Pengisian Kapasitor<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengisi kapasitor dengan metode yang paling sederhana, kita akan menggunakan kapasitor (C), resistor (R), dan sumber tegangan DC. Kita menghubungkan semua komponen ini secara seri dengan penambahan saklar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada waktu awal, atau waktu nol, sakelar ditutup dan kapasitor mulai terisi. Kapasitor akan terisi hingga tegangannya mencapai tegangan sumber.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saklar ditutup, kapasitor akan mencoba mempertahankan nilai variabelnya sebelum keadaan transisi saklar. Nilai ini akan digunakan sebagai &#8216;nilai awal&#8217; ketika kita melakukan analisis rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan tetap atau nilai akhirnya akan berada dalam waktu tak terbatas di mana nilainya tidak berubah lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita asumsikan bahwa kapasitor berada pada titik awal atau titik awal ketika kapasitor &#8220;kosong&#8221; atau &#8220;terisi penuh&#8221;. Pada keadaan ini, kapasitor bertindak sebagai hubung singkat, dan arus mengalir pada nilai maksimum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan akhir atau &#8220;keadaan tetap&#8221; adalah ketika kapasitor &#8220;terisi penuh&#8221;, tidak ada arus yang mengalir dan kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang perlu kita cari selanjutnya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita memerlukan &#8220;konstanta waktu&#8221; untuk menghitung berapa lama kapasitor perlu terisi penuh. Variabel ini juga penting untuk menghitung berapa banyak kapasitor terisi setelah beberapa saat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam rangkaian RC, kita memperoleh konstanta waktu (tau \u2013 \ud835\udf0f), dari perkalian antara resistansi R dan kapasitansi C. Satu hal yang perlu diperhatikan, satu konstanta waktu adalah jumlah waktu bagi tegangan kapasitor untuk mencapai 63% lebih dekat ke sumber tegangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2592\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-1.jpg\" alt=\"persamaan pengisian kapasitor 1\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-1.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-1-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-1-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-1-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, mari kita analisis persamaan untuk proses pengisian kapasitor dari gambar di atas. Asumsikan kapasitor (C) dalam kondisi &#8220;terisi penuh&#8221; setelah kita membuka saklar (S). Itu berarti tidak ada tegangan di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sebut langkah pertama ini sebagai kondisi awal, di mana t = 0 s, i = 0 (rangkaian terbuka), dan q = 0 (tidak ada muatan tegangan, terisi penuh).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita menutup saklar, waktu dimulai pada stempel waktu t = 0 dan arus mulai mengalir ke kapasitor melalui resistor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tegangan pengisian dalam kapasitor masih nol (Vc = 0) karena telah terisi penuh terlebih dahulu pada t = 0. Dalam keadaan ini, kapasitor adalah &#8216;hubungan pendek&#8217;. Arus total dibatasi hanya oleh resistor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bantuan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/hukum-kirchhoff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hukum tegangan Kirchhoff<\/a> (KVL), kita dapat menghitung penurunan tegangan dalam rangkaian sebagai:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2599\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/3.gif\" alt=\"\" width=\"202\" height=\"19\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang setelah saklar ditutup, arus mengalir bebas di dalam rangkaian. Arus ini akan disebut Arus Pengisian. Arus ini dapat diukur menggunakan hukum Ohm sederhana sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2600\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/4.gif\" alt=\"\" width=\"50\" height=\"38\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Persamaan Pengisian Kapasitor Analisis Grafik Rangkaian RC<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan tegangan kapasitor dan penurunan arus kapasitor memiliki kurva eksponensial. Artinya, nilai-nilai berubah dengan cepat di awal dan stabil setelah jangka waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disebutkan di atas, untuk setiap satu konstanta waktu (1\ud835\udf0f), nilainya akan 63% lebih dekat ke nilai yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang mari kita lihat grafik tegangan pengisian kapasitor dan arus pengisian kapasitor di bawah ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2593\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-2.jpg\" alt=\"persamaan pengisian kapasitor 2\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-2.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-2-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-2-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-2-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Grafik di atas menjelaskan bagaimana tegangan kapasitor meningkat seiring waktu hingga mencapai sumber tegangan. Kemiringan awalnya lebih curam, karena pada saat itu kapasitor mulai terisi dengan arus penuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu berlalu lebih lama dan kemiringan mulai mendapatkan kurva yang stabil. Laju pengisian lebih lambat saat perbedaan tegangan antara kapasitor dan sumber menipis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan potensial antara pelat meningkat seiring waktu dengan waktu yang dibutuhkan sebenarnya agar muatan listrik kapasitor mencapai 63,2% dari tegangan maksimum yang mungkin (sumber tegangan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kurva di atas, Anda akan menemukan Konstanta Waktu \u2013 \ud835\udf0f lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Titik tegangan 0,63Vs atau 63,2%Vs ini merupakan satu konstanta waktu atau 1\ud835\udf0f.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2594\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-3.jpg\" alt=\"persamaan pengisian kapasitor 3\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-3.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-3-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-3-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-3-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurva di atas menunjukkan kemiringan arus pengisian kapasitor. Nilainya dapat dihitung dari persamaan pengisian kapasitor di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibandingkan dengan kurva tegangan, kurva ini adalah kebalikannya. Semakin lama waktu yang dibutuhkan saat pengisian, arus dalam rangkaian akan berkurang hingga mencapai nol.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gulir sedikit ke atas dan Anda akan menemukan jawaban dari perspektif tegangan. Karena perbedaan tegangan antara kapasitor dan sumber berkurang, arus yang dibutuhkan untuk mengisi kapasitor juga berkurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitor yang lebih terisi berarti lebih banyak resistansi dalam rangkaian, karena kapasitor yang terisi penuh bertindak sebagai rangkaian terbuka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitor mencapai batasnya ketika waktu yang dibutuhkan lebih tinggi dari konstanta waktu sepuluh (5\ud835\udf0f). Dari persamaan pengisian kapasitor, tegangan kapasitor adalah 98% dari tegangan sumber.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, kapasitor dikatakan terisi penuh dan t = \u221e, i = 0, q = Q = CV.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika waktu lebih besar dari 5\ud835\udf0f, arus berkurang menjadi nol dan kapasitor memiliki resistansi tak terbatas, atau dalam istilah listrik, rangkaian terbuka. Tegangan kapasitor adalah Vc = Vs.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini kita akan mulai menggunakan rumus pengisian kapasitor.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Persamaan Pengisian Kapasitor<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat kurvanya agak terlalu sulit, kita dapat menghitung konstanta waktu dengan persamaan mudah untuk pengisian kapasitor. Pada dasarnya, kita dapat menyatakan satu konstanta waktu (1\ud835\udf0f) dalam persamaan pengisian kapasitor sebagai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2601\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/5.gif\" alt=\"\" width=\"84\" height=\"13\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\ud835\udf0f = konstanta waktu<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">R = resistansi (\u03a9)<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C = kapasitansi (C)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat menuliskan persamaan matematika persentase perubahan sebagai persamaan pengisian kapasitor di bawah ini:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2602\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/6.gif\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"37\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di mana:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">e = konstanta matematika Euler (sekitar 2,71828)<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">t = waktu yang dibutuhkan, dalam detik<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\ud835\udf0f = konstanta waktu, dalam detik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah waktu mencapai satu konstanta waktu atau 1\ud835\udf0f, persentase perubahan dari nilai awal ke nilai yang diinginkan menggunakan rumus pengisian kapasitor adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2603\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/7.gif\" alt=\"\" width=\"216\" height=\"37\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah waktu mencapai dua konstanta waktu atau 2\ud835\udf0f, persentase perubahan dari nilai awal ke nilai yang diinginkan menggunakan rumus muatan kapasitor adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2604\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/8.gif\" alt=\"\" width=\"216\" height=\"37\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah waktu mencapai lima konstanta waktu atau 5\ud835\udf0f, persentase perubahan dari nilai awal ke nilai yang diinginkan menggunakan persamaan untuk pengisian kapasitor adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2605\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/9.gif\" alt=\"\" width=\"216\" height=\"37\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah waktu mencapai sepuluh konstanta waktu atau 10\ud835\udf0f, persentase perubahan dari nilai awal ke nilai yang diinginkan menggunakan persamaan pengisian kapasitor adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2606\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/10.gif\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"37\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai persentase perubahan di atas memperjelas nilai yang kami masukkan dalam tabel di bagian berikutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu bahwa sumber tegangan V bertanggung jawab untuk mengisi kapasitor. Tegangan kapasitor Vc dapat diukur dari pembagian Q\/C. Tegangan kapasitor Vc selama proses pengisian dapat dinyatakan sebagai:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2607\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/11.gif\" alt=\"\" width=\"159\" height=\"24\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vc = tegangan melintasi kapasitor<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Vs = sumber tegangan<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">t = waktu yang dibutuhkan sejak sumber tegangan dihubungkan ke resistor dan kapasitor<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">RC = konstanta waktu \ud835\udf0f dari rangkaian RC<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua bagian periode dalam dua grafik di atas. Kita menyebutnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan sementara<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan stabil<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan transien adalah periode ketika variabel-variabel sistem atau rangkaian telah berubah seiring waktu. Sistem masih dalam keadaan transien selama sistem belum mencapai keadaan stabil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu yang diperlukan untuk rangkaian berubah dari satu keadaan stabil ke keadaan stabil lainnya disebut waktu transien.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan stabil adalah periode ketika variabel-variabel sistem atau rangkaian telah mencapai kondisi stabil. Variabel-variabel tersebut tidak berubah lagi seiring waktu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat dari grafik, kita dapat menyimpulkan kapan rangkaian berada dalam keadaan transien dan keadaan stabil, bahkan jika kita menghilangkan penjelasan teks di atas kurva.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode transien dimulai dari waktu awal nol hingga konstanta waktu 4 (5\ud835\udf0f). Tegangan kapasitor dalam rangkaian RC ini telah mencapai sekitar 98% dari tegangan maksimum yang mungkin, sumber tegangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ringkasan, waktu yang diperlukan rangkaian RC untuk mengisi kapasitor hingga tegangannya mencapai 0,98Vs adalah keadaan transien, sekitar konstanta waktu 4 (4\ud835\udf0f).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah waktu mencapai 5\ud835\udf0f, dikatakan bahwa kapasitor dalam keadaan stabil. Kapasitor terisi penuh dan tegangan kapasitor (Vc) sama dengan sumber tegangan (Vs).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kapasitor terisi penuh, kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka. Oleh karena itu, tidak ada arus yang mengalir di rangkaian lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurva grafik memiliki nilai eksponensial. Artinya, tegangan kapasitor tidak pernah mencapai 100% dari sumber tegangan dalam kondisi praktis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu setelah 5\ud835\udf0f masih merupakan periode kondisi stabil kapasitor, di mana tegangan kapasitor sekitar 99,3% dari sumber tegangan. Kita masih dapat mengatakan kapasitor terisi penuh.<\/span><\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus Konstanta Waktu Universal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat mengalikan persentase perubahan yang kita peroleh dengan selisih antara nilai awal dan nilai yang diinginkan. Kita dapat menggunakan rumus universal ini untuk menentukan waktu yang dibutuhkan, nilai tegangan dan arus, serta persentase perubahan:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2608\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/12.gif\" alt=\"\" width=\"255\" height=\"37\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Final = Nilai yang diinginkan atau nilai setelah waktu tak terhingga<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Initial = Nilai awal variabel<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">e = Angka konstanta Euler (sekitar 2,71828)<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">t = Waktu dalam detik<br><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\ud835\udf0f = Konstanta waktu dalam detik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persamaan ini juga dianggap sebagai persamaan pengisian kapasitor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita coba terapkan persamaan di atas dengan rangkaian di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2595\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-4.jpg\" alt=\"persamaan pengisian kapasitor 4\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-4.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-4-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-4-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-4-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian RC di atas mempunyai resistor 10k\u03a9, kapasitor 100 uF, dan sumber tegangan 15V. Kita tahu bahwa konstanta waktu (\ud835\udf0f) adalah perkalian resistansi (R) dan kapasitansi (C), maka<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2609\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/13.gif\" alt=\"\" width=\"149\" height=\"66\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita asumsikan kapasitor dalam keadaan kosong penuh, maka nilai awalnya adalah 0 volt. Nilai yang kita inginkan adalah 15V karena kita ingin kapasitor terisi penuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka persamaan matematikanya adalah:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2610\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/14.gif\" alt=\"\" width=\"255\" height=\"79\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita coba atur waktu yang dibutuhkan menjadi 7,25 detik. Jadi, 7,25 detik setelah sakelar ditutup, nilai tegangan kapasitor telah meningkat sebesar:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2611\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/15.gif\" alt=\"\" width=\"239\" height=\"85\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya kita akan mengisi kapasitor hingga 14,989 volt setelah 7,25 detik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, kita juga dapat menggunakan persamaan ini untuk pengisian kapasitor guna menghitung arus karena persamaan ini bersifat universal. Mari kita coba sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat, ada karakteristik untuk kapasitor baik yang terisi maupun yang kosong:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitor yang kosong berfungsi sebagai hubung singkat, sehingga arus awalnya maksimum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapasitor yang terisi berfungsi sebagai hubung singkat, sehingga arus akhirnya minimum.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ciri-ciri tersebut dapat kita simpulkan bahwa:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus awal: I = V\/R = 15V \/ 10k\u03a9 = 1,5mA<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus akhir: 0A<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan t = 7,25s yang sama, maka arus setelah 7,25s adalah:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2612\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/16.gif\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"85\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan bahwa nilai arus adalah negatif. Artinya arus menurun seiring waktu dari awal hingga 7,25 detik. Arus awal adalah 15 mA, sedangkan selisih setelah 7,25 adalah (-1,4989 mA).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, kita akan memperoleh (1,5 mA \u2013 1,4989 mA) 0,0011 mA atau 1,1 uA setelah 7,25 detik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atau mungkin kita tidak memerlukan persamaan konstanta waktu untuk menemukan arus akhir. Kita dapat menggunakan hukum Ohm sederhana dengan menggunakan selisih antara tegangan awal dan akhir, dibagi dengan resistansi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2613\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/17.gif\" alt=\"\" width=\"126\" height=\"107\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangatlah nyaman jika persamaan pengisian kapasitor cocok dengan hukum dasar lainnya seperti <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/hukum-ohm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hukum Ohm<\/a>.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tabel Persamaan Pengisian Kapasitor<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat mengubah grafik pengisian kapasitor dan persamaan pengisian kapasitor menjadi satu tabel pengisian RC sederhana di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2615\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/table-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1373\" height=\"893\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/table-1.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/table-1-300x195.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/table-1-1024x666.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/table-1-768x500.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Persamaan Pengisian Kapasitor<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita terapkan persamaan pengisian kapasitor ke dalam praktik. Temukan konstanta waktu \ud835\udf0f untuk rangkaian RC di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2596\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-5.jpg\" alt=\"persamaan pengisian kapasitor 5\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-5.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-5-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-5-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/persamaan-pengisian-kapasitor-5-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat menggunakan rumus konstanta waktu di atas, di mana \ud835\udf0f = R x C, diukur dalam detik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, konstanta waktu adalah \ud835\udf0f = R x C = 47k\u03a9 x 1000uF = 47s.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>a) Hitunglah tegangan kapasitor pada konstanta waktu 0,7.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat pada 7\ud835\udf0f, tegangan kapasitor Vc sama dengan 0,5Vs.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vc = 0,5Vs = 0,5 x 5V = 2,5V<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>b) Hitunglah tegangan kapasitor pada waktu konstan 1.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat pada 7\ud835\udf0f, tegangan kapasitor Vc sama dengan 0,63Vs. Oleh karena itu,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vc = 0,63Vs = 0,5 x 5V = 3,15V<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>c) Hitunglah waktu yang dibutuhkan agar kapasitor terisi penuh.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita telah membaca grafik di atas yang menunjukkan bahwa kita memerlukan 5\ud835\udf0f untuk mengisi kapasitor hingga penuh. Kita telah memperoleh konstanta waktu dari titik \u2018a\u2019.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5\ud835\udf0f = 5 x 47s = 235s<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>d) Hitung tegangan kapasitor setelah 100 detik.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus untuk tegangan kapasitor adalah Vc = V(1 \u2013 e(-t\/RC)).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2614\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/09\/18.gif\" alt=\"\" width=\"154\" height=\"99\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ringkasan Persamaan Pengisian Kapasitor<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penjelasan panjang di atas, kita dapat meringkas persamaan pengisian kapasitor ke dalam langkah-langkah di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Temukan konstanta waktu (\ud835\udf0f = R x C).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapkan nilai awal dan nilai akhir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan rumus konstanta waktu universal dan masukkan setiap variabel yang diperoleh ke dalam persamaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pecahkan persamaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda dapat menghitung waktu yang dibutuhkan hingga nilai akhir tercapai atau menghitung nilai akhir setelah jangka waktu tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang kita telah melihat penggunaan persamaan untuk pengisian kapasitor.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita tinjau pertanyaan yang paling sering diajukan tentang persamaan pengisian kapasitor di bawah ini:<\/span><\/p>\n\n\n\n<div data-schema-only=\"false\" class=\"wp-block-aioseo-faq\"><h3 class=\"aioseo-faq-block-question\">Bagaimana cara menghitung muatan pada kapasitor?<\/h3><div class=\"aioseo-faq-block-answer\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muatan listrik Q dalam kapasitor (diukur dalam Coulomb atau C) sama dengan hasil kali kapasitansi C kapasitor (diukur dalam Farad atau F) dan tegangan V di terminal (diukur dalam volt atau V). Secara matematis, Q = C x V. Jika C = 10uF dan V = 10V, maka Q = 10u x 10 = 100u Coulomb.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div data-schema-only=\"false\" class=\"wp-block-aioseo-faq\"><h3 class=\"aioseo-faq-block-question\">Apa yang dimaksud dengan pengisian kapasitor?<\/h3><div class=\"aioseo-faq-block-answer\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kita menghubungkan kapasitor, resistor, dan sumber tegangan secara seri, kapasitor akan terisi hingga nilai tegangannya sama dengan sumber tegangan. Pengisian kapasitor berarti kita menyimpan energi dalam kapasitor dalam bentuk medan listrik di antara pelat kapasitor.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div data-schema-only=\"false\" class=\"wp-block-aioseo-faq\"><h3 class=\"aioseo-faq-block-question\">Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kapasitor?<\/h3><div class=\"aioseo-faq-block-answer\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekitar 10 konstanta waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu konstanta waktu yang sama dengan hasil kali resistansi dan kapasitansi dalam rangkaian RC. Kapasitor akan terisi sekitar 99,995% dari sumber tegangan.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div data-schema-only=\"false\" class=\"wp-block-aioseo-faq\"><h3 class=\"aioseo-faq-block-question\">Apa yang terjadi ketika kapasitor terisi penuh?<\/h3><div class=\"aioseo-faq-block-answer\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapasitor akan berhenti mengisi daya jika kapasitor &#8220;terisi penuh&#8221;. Pada saat ini, arus akan berhenti mengalir dalam rangkaian karena kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka. Tegangan kapasitor Vc sama dengan Vs dan sambungan sumber tegangan terputus.<\/p>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":2589,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-2588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-elemen-aktif-pasif","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2588"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2588\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2867,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2588\/revisions\/2867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}