{"id":2507,"date":"2024-07-29T14:02:00","date_gmt":"2024-07-29T14:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=2507"},"modified":"2024-12-29T03:07:52","modified_gmt":"2024-12-29T03:07:52","slug":"rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/","title":{"rendered":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/konsep-dasar-rangkaian-listrik\/\">rangkaian<\/a> arus bolak-balik sederhana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/bentuk-gelombang-sinusoidal\/\">bentuk gelombang sinusoidal<\/a> dalam analisis dan perhitungannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-searah-dasar\/\">rangkaian DC<\/a>.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian Arus Searah atau DC disuplai oleh tegangan DC sehingga arusnya hanya akan mengalir dalam satu arah, dari polaritas positif ke negatif. Rangkaian ini akan disuplai oleh sumber tegangan konstan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam teori rangkaian arus bolak-balik, rangkaian AC disuplai oleh tegangan AC sehingga arusnya akan mengalir dari positif ke negatif, kemudian dari polaritas negatif ke positif, seperti yang kita pahami dalam Bentuk Gelombang Sinusoidal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amplitudo rangkaian AC akan berosilasi antara nilai positif, nol, dan nilai negatif. Tegangan dan arus yang berosilasi ini diulang dalam interval waktu tertentu. Ada berbagai bentuk gelombang dalam rangkaian AC tetapi kita akan mempelajari bentuk gelombang sinusoidal karena merupakan yang paling umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2509\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-1.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 1\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-1.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-1-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-1-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-1-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang kita akan membuat Rangkaian Bolak-balik sederhana, yang terdiri dari sumber tegangan AC dan sebuah resistor. Perhatikan diagram rangkaian arus bolak-balik di bawah ini yang terdiri dari sumber tegangan AC dan sebuah resistor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2510\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-2.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 2\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-2.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-2-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-2-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-2-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ilustrasi di atas memberi tahu kita arah arus dalam rangkaian arus bolak-balik. Untuk waktu tertentu, arus akan mengalir dari polaritas positif ke negatif dan kemudian akan mengalir dari polaritas negatif ke positif. Ini akan berulang dari waktu ke waktu, membentuk bentuk gelombang osilasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena bebannya hanya resistif, tegangan dan arus akan memiliki fase yang sama tetapi amplitudonya berbeda (tergantung pada bebannya). Ceritanya akan berbeda jika rangkaiannya memiliki beban induktif dan\/atau kapasitif. Kita akan mempelajarinya nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya, kita menggunakan kedua persamaan ini untuk merepresentasikan tegangan dan arus AC<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2520\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/1.gif\" alt=\"\" width=\"166\" height=\"45\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk gelombang akan berulang setelah satu periode, atau setiap waktu internal T = 2\u03c0\/\u2375 tercapai. Setengah dari periode (0 &#8211; T\/2), tegangan dan arus akan memiliki nilai positif kemudian memiliki nilai negatif untuk paruh kedua periode (T\/2 &#8211; T).<\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian Arus Bolak-balik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang disebutkan di atas, rangkaian AC dapat bersifat resistif, induktif, kapasitif, atau kombinasi dua atau tiga di antaranya. Tidak seperti rangkaian DC di mana induktif dan kapasitif tidak mempengaruhi bentuk gelombangnya, beban induktif dan kapasitif akan memengaruhi rangkaian AC.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arus mungkin tidak memiliki fase, bentuk, atau frekuensi yang sama dengan tegangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amati bentuk gelombang sinusoidal di bawah ini untuk mewakili arus bolak-balik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2511\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-3.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 3\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-3.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-3-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-3-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-3-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari bentuk gelombang di atas, kita akan menemukan berbagai variabel seperti:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amplitudo<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Frekuensi (f)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode (T)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk gelombang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fase<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dll.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika tegangan dan arus mencapai amplitudo maksimumnya secara bersamaan, kita dapat menyimpulkan bahwa tegangan dan arus berada dalam fase yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2512\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-4.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 4\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-4.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-4-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-4-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-4-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, saat menghitung rangkaian AC kita akan menggunakan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rumus-nilai-efektif-atau-rms\/\">nilai RMS (Root Mean Square)<\/a> agar lebih mudah. \u200b\u200bSaat menggunakan ini, Hukum Ohm juga dapat digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2521\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/2.gif\" alt=\"\" width=\"98\" height=\"91\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi Hukum Ohm adalah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2522\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/3.gif\" alt=\"\" width=\"127\" height=\"15\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa perbedaan antara resistansi (R) dan impedansi (Z)?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resistansi menahan arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC), sedangkan impedansi hanya menahan aliran arus bolak-balik. Inilah perbedaan utama antara impedansi dan resistansi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang kita akan mempelajari bagaimana induktif dan kapasitif memengaruhi rangkaian AC.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana dengan Resistor (R)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Resistor memberikan resistansi, yang merupakan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/elemen-aktif-pasif\/\">komponen listrik pasif<\/a> dengan fungsi utama untuk membatasi aliran arus listrik. Resistor diukur dalam Ohm (\u03a9). Rangkaian AC yang murni resistif tidak akan memiliki bentuk gelombang arus yang terdistorsi dibandingkan dengan tegangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2513\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-5.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 5\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-5.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-5-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-5-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-5-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun kawat konduktor dapat dianggap sebagai induktif, ia dapat diabaikan karena nilainya akan sangat kecil dibandingkan dengan resistor. Resistor digunakan untuk mengendalikan, mengatur, dan mengendalikan arus listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai resistansi akan tetap konstan berapa pun frekuensinya, tidak seperti induktor dan kapasitor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, rangkaian AC yang murni resistif akan memiliki tegangan dan arus yang sefase.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2514\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-6.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 6\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-6.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-6-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-6-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-6-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana dengan Resistor dan Induktor (RL)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Induktor menghasilkan induktansi, yaitu komponen yang mampu menyimpan dan melepaskan listrik dalam bentuk medan magnet. Rangkaian AC yang bersifat induktif akan memiliki bentuk gelombang arus yang terdistorsi dibandingkan dengan tegangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2515\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-7.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 7\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-7.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-7-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-7-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-7-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rangkaian AC dengan beban RL, GGL balik (gaya gerak listrik) akan dihasilkan dalam induktor (karena induktor berupa kumparan). Diperlukan waktu untuk mengisi penuh induktor dengan medan magnet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reaktansi induktif dan induktansi memiliki hubungan seperti yang ditunjukkan di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2523\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/4.gif\" alt=\"\" width=\"91\" height=\"17\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimana:<br>XL = reaktansi induktif, diukur dalam Ohm (\u03a9)<br>f = frekuensi, diukur dalam Hertz (Hz)<br>L = induktansi, diukur dalam Henry (H)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika rangkaian bersifat induktif, tegangan mendahului arus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2516\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-8.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 8\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-8.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-8-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-8-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-8-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana dengan Resistor dan Kapasitor (RC)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapasitor menyediakan kapasitansi, yaitu komponen yang mampu menyimpan dan melepaskan listrik dalam bentuk muatan listrik. Rangkaian AC yang bersifat kapasitif akan memiliki bentuk gelombang arus yang terdistorsi dibandingkan dengan tegangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2517\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-9.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 9\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-9.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-9-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-9-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-9-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai kapasitansi akan dipengaruhi oleh frekuensi. Reaktansi kapasitif dan kapasitansi memiliki hubungan seperti yang ditunjukkan di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2524\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/5.gif\" alt=\"\" width=\"97\" height=\"41\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimana:<br>XC = reaktansi kapasitif, diukur dalam Ohm (\u03a9)<br>f = frekuensi, diukur dalam Hertz (Hz)<br>C = kapasitif, diukur dalam Farad (F)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika rangkaian bersifat kapasitif, tegangan akan tertinggal dari arus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2518\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-10.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 10\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-10.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-10-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-10-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-10-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana dengan Resistor, Induktor, dan Kapasitor (RLC)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian AC jenis ini memiliki beban resistif, induktif, dan kapasitif. Ketiganya dapat dihubungkan secara seri, paralel, atau kombinasi dari ketiganya. Karena ketiganya digabungkan, kita mendapatkan kelebihan dan kekurangannya. Rangkaian AC ini akan memiliki bentuk gelombang arus yang terdistorsi dibandingkan dengan tegangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2519\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-11.jpg\" alt=\"rangkaian arus bolak-balik sederhana 11\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-11.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-11-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-11-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana-11-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian ini memiliki sebuah resistor dengan karakteristik resistif, sebuah induktor yang berfungsi seperti kumparan, dan sebuah kapasitor yang memberikan kapasitansi pada rangkaian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Analisis Rangkaian Arus Bolak-balik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/analisis-rangkaian-listrik\/\">Analisis rangkaian<\/a> arus bolak-balik terdiri dari tegangan, arus, <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rumus-impedansi-dan-admitansi-rangkaian-ac\/\">impedansi<\/a>, <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-diagram-fasor-dan-bilangan-kompleks\/\">fasor<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rumus-daya-sesaat-dan-daya-rata-rata\/\">daya rata-rata<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memudahkan analisis kita, kita dapat menggunakan rumus rangkaian AC tambahan di bawah ini. Untuk saat ini, cobalah mengingat semua persamaan yang tercantum di sini untuk melanjutkan ke penerapannya nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Impedansi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2527\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/6-1.gif\" alt=\"\" width=\"192\" height=\"33\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudut fase rangkaian AC (rangkaian RLC)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2528\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/7.gif\" alt=\"\" width=\"176\" height=\"39\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daya rata-rata yang dihamburkan oleh resistansi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2529\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/8.gif\" alt=\"\" width=\"211\" height=\"22\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat, menganalisis rangkaian AC tidak semudah menggunakan rumus yang sudah diketahui. Menghitung tegangan dan arus akan memerlukan analisis steady-state, phasor, dan beberapa teori lanjutan seperti deret Fourier. Ini adalah salah satu kelemahan arus bolak-balik, diperlukan teknik lanjutan untuk menganalisisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, tentu saja kita tidak dapat mengoperasikan perangkat listrik jika harus disuplai oleh tegangan DC, seperti baterai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan mempelajarinya nanti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":2530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-2507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-rangkaian-ac","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.8 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Wira Adhitama\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.8\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wira Electrical Engineering Portal - Semua tentang Elektro\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-29T14:02:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-29T03:07:52+00:00\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#blogposting\",\"name\":\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal\",\"headline\":\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#person\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2024\\\/07\\\/thumbnail-ID.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},\"datePublished\":\"2024-07-29T14:02:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-29T03:07:52+00:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Rangkaian AC\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/#listItem\",\"name\":\"Rangkaian Listrik\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rangkaian Listrik\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/rangkaian-ac\\\/#listItem\",\"name\":\"Rangkaian AC\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/rangkaian-ac\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Rangkaian AC\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/rangkaian-ac\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#listItem\",\"name\":\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/#listItem\",\"name\":\"Rangkaian Listrik\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/rangkaian-listrik\\\/rangkaian-ac\\\/#listItem\",\"name\":\"Rangkaian AC\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#person\",\"name\":\"Wira Adhitama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#personImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/2\\\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Wira Adhitama\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/\",\"name\":\"Wira Adhitama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/2\\\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Wira Adhitama\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/\",\"name\":\"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal\",\"description\":\"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2024\\\/07\\\/thumbnail-ID.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#mainImage\",\"width\":1280,\"height\":720},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2024-07-29T14:02:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-29T03:07:52+00:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Wira Electrical Engineering Portal\",\"description\":\"Semua tentang Elektro\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#person\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal","description":"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus","canonical_url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/","robots":"max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#blogposting","name":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal","headline":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana","author":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#person"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/thumbnail-ID.jpg","width":1280,"height":720},"datePublished":"2024-07-29T14:02:00+00:00","dateModified":"2024-12-29T03:07:52+00:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#webpage"},"articleSection":"Rangkaian AC"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/#listItem","name":"Rangkaian Listrik"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/#listItem","position":2,"name":"Rangkaian Listrik","item":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/rangkaian-ac\/#listItem","name":"Rangkaian AC"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/rangkaian-ac\/#listItem","position":3,"name":"Rangkaian AC","item":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/rangkaian-ac\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#listItem","name":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/#listItem","name":"Rangkaian Listrik"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#listItem","position":4,"name":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/rangkaian-ac\/#listItem","name":"Rangkaian AC"}}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#person","name":"Wira Adhitama","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#personImage","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975","width":96,"height":96,"caption":"Wira Adhitama"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/","name":"Wira Adhitama","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#authorImage","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975","width":96,"height":96,"caption":"Wira Adhitama"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#webpage","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/","name":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal","description":"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/07\/thumbnail-ID.jpg","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#mainImage","width":1280,"height":720},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/#mainImage"},"datePublished":"2024-07-29T14:02:00+00:00","dateModified":"2024-12-29T03:07:52+00:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#website","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/","name":"Wira Electrical Engineering Portal","description":"Semua tentang Elektro","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#person"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Wira Electrical Engineering Portal - Semua tentang Elektro","og:type":"article","og:title":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal","og:description":"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus","og:url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/","og:image":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png","og:image:secure_url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png","article:published_time":"2024-07-29T14:02:00+00:00","article:modified_time":"2024-12-29T03:07:52+00:00","twitter:card":"summary_large_image","twitter:title":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana - Wira Electrical Engineering Portal","twitter:description":"Saat mempelajari arus bolak-balik, kita dapat memahaminya dengan rangkaian arus bolak-balik sederhana. Perlu diingat bahwa rangkaian AC sebagian besar akan menggunakan bentuk gelombang sinusoidal dalam analisis dan perhitungannya. Sebelum itu, kita perlu memastikan bahwa kita memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang membedakan rangkaian AC dari rangkaian DC. Teori Dasar Rangkaian Arus Bolak-balik Rangkaian Arus","twitter:image":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"2507","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2024-07-29 13:25:31","updated":"2024-12-29 03:07:52","seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/\" title=\"Rangkaian Listrik\">Rangkaian Listrik<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/rangkaian-ac\/\" title=\"Rangkaian AC\">Rangkaian AC<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tRangkaian Arus Bolak-balik Sederhana\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id"},{"label":"Rangkaian Listrik","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/"},{"label":"Rangkaian AC","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/rangkaian-listrik\/rangkaian-ac\/"},{"label":"Rangkaian Arus Bolak-balik Sederhana","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2507"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2750,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2507\/revisions\/2750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}