{"id":1898,"date":"2022-10-08T05:29:51","date_gmt":"2022-10-08T05:29:51","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=1898"},"modified":"2025-01-29T07:03:39","modified_gmt":"2025-01-29T07:03:39","slug":"rumus-perhitungan-ukuran-busbar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rumus-perhitungan-ukuran-busbar\/","title":{"rendered":"Rumus Perhitungan Ukuran Busbar | Contoh Aluminium dan Tembaga"},"content":{"rendered":"\n<p><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Jika persamaan tidak ditampilkan dengan benar, silakan gunakan tampilan desktop&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:561,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;12&quot;:0}\">Jika persamaan tidak ditampilkan dengan benar, silakan gunakan tampilan desktop<\/span><\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjelasan ukuran busbar akan memberikan kita tambahan pekerjaan tapi terkadang hal ini dibutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam setiap instalasi listrik, kita perlu berhati-hati terhadap segala sesuatu yang dapat menyebabkan gangguan dan kebakaran. Hal ini dapat disebabkan oleh kecelakaan, kejadian alam, atau kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kalian pernah membaca tentang peristiwa kebakaran yang terjadi di rumah, pabrik, atau gedung besar, peristiwa alam sangat jarang terjadi. Peristiwa alam disebabkan oleh faktor alam dan tentu saja bangunan tidak akan mudah terpengaruh oleh alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal terpenting yang perlu kita cegah adalah kecelakaan. Hal ini dapat terjadi jika kita tidak merencanakan, merancang, menganalisis, atau menghitung dengan cermat saat melakukan dan menggunakan instalasi listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan dan kebakaran ini disebabkan oleh elemen paling umum yang kita ketahui: <strong>PANAS<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat melihat sumber PANAS dari perspektif listrik, kita dapat membuat daftar penyebabnya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hubungan pendek.<\/li>\n<li>Kelebihan muatan.<\/li>\n<li>Kualitas desain dan kabel listrik yang buruk.<\/li>\n<li>Kualitas perangkat dan bahan listrik yang buruk.<\/li>\n<li>Kualitas sambungan listrik yang buruk.<\/li>\n<li>Kualitas desain dan bahan pembumian yang buruk.<\/li>\n<li>Kurangnya ventilasi di panel.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik-titik tersebut cukup sulit untuk dideteksi sebelum terjadi. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mencegah kesalahan dengan menghilangkan penyebab-penyebab di atas.<\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabel listrik biasanya digunakan untuk mengalirkan arus dari satu titik ke titik lainnya. Tentu tidak harus kawat, bisa apa saja yang bisa menghantarkan listrik seperti tembaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabel listrik sangat fleksibel karena kita bisa membengkokkannya, menggulungnya, memasang insulasi, memindahkannya, merangkainya sesuai keinginan kita dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun kabel listrik terkadang bukanlah pilihan yang efisien dan bijak ketika kita berhadapan dengan arus yang tinggi. Kalian akan lebih mudah menggunakan batang konduktor atau konduktor padat untuk mengalirkan arus tinggi dari satu tempat ke tempat lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batang konduktor padat ini dikenal sebagai busbar. Itu terbuat dari tembaga dalam bentuk &#8220;batang&#8221;. Tentu saja, kita tidak bisa membengkokkannya, menggulungnya, atau merangkainya seperti kabel. Busbar ini mampu membawa arus tinggi dimana sebagian besar kabel listrik akan terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan jika kalian bersikeras menggunakan kabel listrik, kalian membutuhkan kabel listrik yang sangat besar dan tebal sehingga tidak nyaman untuk harga dan pemasangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan khawatir tentang desain dan pemasangannya, kita bisa menggunakan baut untuk menghubungkan satu batang ke batang lainnya sesuai keinginan kita. Baut ini dipasang pada isolator untuk menyambungkan semua busbar tanpa menyebabkan kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di atas kelebihannya, busbar memiliki kekurangannya sendiri. Kita sama sekali tidak ingin mencabut busbar atau memindahkannya tanpa prosedur yang benar. Kalian mungkin menemukan tanda peringatan &#8220;Busbar Down for Maintenance&#8221; di suatu tempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanda ini menunjukkan bahwa saluran listrik telah dimatikan sehingga kita dapat melakukan perawatan pada mereka, mencabutnya, membersihkannya, menggantinya, atau apa pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat bahwa busbar secara harfiah adalah batang tembaga yang jarang memiliki insulasi. Kita harus menjaganya agar aman dari binatang, burung, atau tikus yang menyentuhnya. Ini dapat menyebabkan korsleting antara busbar dan tentu saja membunuh hewan yang menyentuhnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghitung Ukuran Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang perhitungan ukuran busbar untuk mencegah terjadinya overheat pada sistem kelistrikan kalian. Kita akan mempelajari betapa pentingnya menghitung ukuran busbar untuk mencegah panas berlebih yang lebih lanjut menyebabkan kesalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhitungan ukuran busbar tidak hanya terfokus pada sistem HT (High Tension or High Voltage). Kalian salah jika menganggap sistem LT (Low Tension or Low Voltage) tidak layak untuk dihitung dan dianalisis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, kita akan mempelajari sistem HT dan LT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada aturan umum yang digunakan oleh sebagian besar ahli listrik, insinyur listrik, dan konsultan yang disebut metode &#8220;Aturan Jempol&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali pada hari ketika menghitung ukuran busbar dilakukan secara manual dan tentu saja mereka akan menghabiskan waktu tenang di atasnya, mereka menjadi tidak sabar. Di sinilah Aturan Jempol membantu mereka. Namun jangan khawatir, saat ini sudah banyak software untuk menghitung ukuran busbar. Mereka mudah digunakan dan tentu saja menghemat banyak waktu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Aturan Jempol untuk Ukuran Amplifier Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Aturan Jempol ini menunjukkan seberapa besar arus yang dapat ditahan oleh busbar berukuran 1 mm persegi (Sq.mm).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada dua bahan umum untuk memproduksi busbar, yaitu aluminium dan tembaga. Baik aluminium dan tembaga memiliki kemampuan sendiri untuk menahan arus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Busbar aluminium 1 Sq.mm dapat menahan 0,7 Ampere.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Busbar tembaga 1 Sq.mm dapat menahan 1,2 Ampere.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu saja contoh-contoh di atas bukan berasal dari standar internasional karena kita tidak bisa menemukan nilai toleransinya. Beberapa orang mungkin masih menggunakan busbar aluminium untuk menghasilkan 1 Amp. Beberapa orang lain menggunakan busbar tembaga untuk menghasilkan 1,5 Amps.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, karena metode primitif ini menjadi tidak dapat diandalkan untuk arus tinggi dalam ribuan amp, kita perlu melakukan perhitungan yang tepat dengan standar yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Busbar Listrik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh lagi, konsultan dan insinyur kelistrikan harus menganalisis dan menghitung faktor pendukung lain yang penting untuk dipertimbangkan:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Jarak bebas minimum untuk fase-ke-fase dan fase-ke-tanah.<\/li>\n<li>Pemilihan kebuntuan isolator busbar yang tepat.<\/li>\n<li>Pemasangan baut yang aman dan memadai untuk beberapa sambungan busbar.<\/li>\n<li>Efek termal yang dihasilkan oleh busbar dan isolator baik untuk kondisi normal maupun ekstrim (rusak).<\/li>\n<li>Resonansi mekanik dan gaya elektrodinamik dalam kondisi normal dan ekstrim (rusak).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita harus mempertimbangkan dua faktor di bawah ini:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kenaikan Suhu Maksimum yang Diizinkan untuk Baut<\/li>\n<li>Izin Minimum Busbar<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temperatur maksimum yang diijinkan untuk baut penghubung busbar ke busbar atau busbar ke panel perlu direncanakan dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, kita akan melihat standar internasional, IEC 62271-1, yang dirangkum dalam tabel di bawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1900\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-1.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 1\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-1.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-1-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang kedua adalah izin busbar di mana kita akan menggunakan IEC 62271-1 sebagai contoh. Perhatikan tabel di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1901\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-2.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 2\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-2.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-2-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Busbar Standar dalam mm<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran busbar ditentukan oleh rating arus, jenis material, bentuk, dan luas penampang. Tentu saja, kenaikan suhu maksimum yang diijinkan untuk setiap jenis material juga penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari IEC 62271-1 kita juga dapat mempelajari tentang efek kenaikan termal, batas termal, dimensi batang, dan peringkat arus tahan pada tabel di bawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1902\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-3.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 3\" width=\"624\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-3.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-3-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana ukuran busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran busbar tidak semata-mata ditentukan oleh arus saja. Kenaikan suhunya harus dalam spesifikasi yang diperbolehkan dalam standar nasional atau internasional. Standar yang kita bicarakan adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Standar Inggris, BS 159,<\/li>\n<li>Standar Amerika, ANSI C37.20, dan<\/li>\n<li>dll<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">British Standard, BS 159 menyatakan bahwa kenaikan suhu maksimum 50oC lebih tinggi dari suhu lingkungan dalam 24 jam. Suhu sekitar 35<sup>o<\/sup>C sampai 40<sup>o<\/sup>C pada puncaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">American Standard, ANSI C37.20 menyatakan bahwa kenaikan suhu maksimum 65<sup>o<\/sup>C lebih tinggi dari suhu lingkungan dalam 24 jam. Temperatur sekitar 40<sup>o<\/sup>C dan digunakan baut terminasi berlapis perak. Jika tidak ada baut yang terpasang, kenaikan suhu yang diijinkan adalah 30<sup>o<\/sup>C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ide dasar tentang cara mengukur busbar tembaga adalah 2 Amps\/1 Sq.mm (mm<sup>2<\/sup>) atau 1250 Amps\/1 Sq.in (in<sup>2<\/sup>), ini bisa berbeda di beberapa negara. Tentu saja, ini seperti keputusan &#8220;pertolongan pertama&#8221;, tetapi keputusan akhir harus mengandalkan lebih banyak faktor. Kalian harus memeriksa katalog pabrikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Busbar Tergantung Pada<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Periksa daftar di bawah ini untuk mempelajari apa yang kita sebutkan tentang &#8220;faktor lainnya&#8221; di atas. Kita harus mempertimbangkan \u201carea aplikasi\u201d saat melakukan perhitungan ukuran busbar.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tegangan turun<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Busbar memiliki <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Impedansi_listrik\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">impedansi<\/a> yang lebih rendah sehingga drop tegangan lebih rendah dari kabel listrik.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Papan hubung utama<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya satu output untuk setiap riser sehingga biaya dan ukuran untuk panel utama berkurang.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Ukuran poros<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran umum untuk busbar dengan rating arus 1600 A adalah 185 x 180 mm. Dibandingkan dengan kabel listrik untuk dibawa dengan arus yang sama, busbar jauh lebih murah untuk membuat ukuran poros riser.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li>Jumlah rangkaian<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya satu <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/konsep-dasar-rangkaian-listrik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rangkaian<\/a> yang dibutuhkan untuk semua lantai.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li>Api dan keamanan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan isolator yang digunakan untuk busbar tidak menghasilkan gas beracun dan efek korosif yang menyebabkan kebakaran.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"6\">\n<li>Tingkat ketahanan kesalahan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Busbar memiliki nilai arus maksimum yang jauh lebih tinggi, biasanya riser 1600 A dapat menahan 60 &#8211; 70 kA.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"7\">\n<li>Waktu pemasangan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemasangan busbar menghabiskan lebih sedikit waktu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Busbar vs Arus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan rating hubung singkat untuk busbar di bawah ini:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Nilai arus 0 &#8211; 400 A = 25 kA selama 1 detik.<\/li>\n<li>Nilai arus 600 &#8211; 1000 A = 50 kA selama 1 detik.<\/li>\n<li>Nilai arus 1000 &#8211; 2000 A = 65 &#8211; 100 kA selama 1 detik.<\/li>\n<li>Nilai arus 2000 &#8211; 5000 A = 100 &#8211; 225 kA selama 1 detik.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kita mencantumkan peringkat saat ini bersama dengan peringkat arus gangguannya, kita dapat mencantumkannya lebih lanjut bersama dengan penampang 1 mm kuadrat (Sq.mm \/ mm<sup>2<\/sup>).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1903\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-4.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 4\" width=\"624\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-4.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-4-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Busbar Aluminium<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita lakukan contoh sederhana perhitungan ukuran busbar aluminium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asumsikan kita membutuhkan busbar untuk mengalirkan arus 2000 A dan harus menahan gangguan arus 35 kA selama 1 detik. Melihat kembali tabel di atas, luas penampang minimum busbar yang kita butuhkan adalah 443 Sq.mm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendapatkan busbar aluminium 443 Sq.mm ini, kita bisa menggunakan busbar berukuran 100 x 5 mm. Ini adalah ukuran penampang minimum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan asumsi bahwa kita memiliki rapat arus 1 A\/Sq.mm, efek kulit, dan kenaikan suhu, kita mungkin memerlukan busbar 4 x 100 x 5 mm.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Busbar Tembaga<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Mirip dengan perhitungan di atas, perhitungan ukuran busbar tembaga cukup mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asumsikan bahwa kita membutuhkan busbar untuk membawa 2000 A dan menahan arus gangguan 35 kA selama 1 detik. Menggulir sedikit di atas ke tabel kita, kita menemukan bahwa setidaknya 285 Sq.mm diperlukan. Kita dapat menggunakan busbar berukuran 60 x 5 mm sebagai penampang minimum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan asumsi bahwa kita memiliki kerapatan arus 1,6 A\/Sq.mm, efek kulit, dan kenaikan suhu, kita mungkin memerlukan busbar 4 x 60 x 5 mm.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengukur Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, kita akan melakukan beberapa perhitungan ukuran busbar dengan beberapa rumus yang diketahui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Asumsikan kita memiliki <strong>rating busbar<\/strong> saat ini seperti yang dinyatakan di bawah ini:<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tegangan Terukur = 415V, 50Hz,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rating Arus Maksimum yang diinginkan dari Bus bar = 630Amp.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arus Gangguan (<strong>I<sub>sc<\/sub><\/strong>) = 50KA<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Durasi Kesalahan (<strong>t<\/strong>) = 1 detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><u>Kenaikan suhu operasi<\/u><\/strong><u> untuk busbar adalah:<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suhu Pengoperasian Busbar (<strong>\u03b8<\/strong>)=85\u00b0C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suhu Akhir Busbar selama Fault(<strong>\u03b8<sub>1<\/sub><\/strong>)=185 \u00b0C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan suhu BusBar selama Sesar (<strong>\u03b8<sub>t<\/sub>=\u03b8<sub>1<\/sub>-\u03b8<\/strong>)=100\u00b0C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suhu Sekitar (<strong>\u03b8<sub>n<\/sub><\/strong>) =50 \u00b0C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan Suhu Busbar Maksimum=55\u00b0C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Busbar ditutup dengan <strong>penutup <\/strong>dengan spesifikasi sebagai berikut:<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemasangan Panel= Dalam Ruangan (Berventilasi baik)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketinggian Pemasangan Panel di Lokasi = 2000 Meter<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Panjang Panel= 1200 mm, Lebar Panel= 600 mm, Tinggi Panel= 2400 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Detail <strong>material<\/strong> busbar kita:<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan batangan bus = Tembaga<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengaturan Jalur busbar = Vertikal<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepadatan Saat Ini Bahan BusBar = 1.6<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koefisien Suhu Ketahanan Material pada 20\u00b0C (<strong>\u03b1<sub>20<\/sub><\/strong>) = 0,00403<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konstanta Bahan (<strong>K<\/strong>) = 1,166<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan Busbar Kekuatan yang Diijinkan = 1200 kg\/cm<sup>2<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan Isolasi Busbar = Telanjang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi Busbar = Batang yang dipasang di tepi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Media Pemasangan Busbar = Saluran tidak berventilasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Skema Ventilasi Buatan Busbar = tanpa ventilasi buatan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><u>Ukuran busbar<\/u><\/strong><u> kita adalah:<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebar Busbar(<strong>e<\/strong>)= 75 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketebalan Busbar = 10 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah Busbar per Fase(<strong>n<\/strong>)= 2<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Busbar Panjang per Fase(<strong>a<\/strong>)= 500 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak antara Dua Jalur Bus per Fase(<strong>e<\/strong>)= 75 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak Fase Busbar (<strong>p<\/strong>)= 400 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah Total rangkaian = 3<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Karena busbar tidak memiliki isolasi sendiri, kita menyediakannya dengan <strong>isolator<\/strong> seperti yang tertulis di bawah ini:<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak antar isolator pada Fasa yang Sama(<strong>l<\/strong>)= 500 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tinggi Isolator (<strong>H<\/strong>) = 100 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak dari kepala isolator ke pusat gravitasi busbar (<strong>h<\/strong>) = 5 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuatan Isolator yang Diijinkan (<strong>F\u2019<\/strong>)=1000 Kg\/cm2<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan sekarang kita akan menghitung ukuran busbar dengan faktor koefisien \u201cK\u201d di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor Penurunan Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan menghitung delapan faktor penurunan busbar langkah demi langkah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Faktor Penurunan Jalur Bus (K1)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Faktor peringkat de per fase busbar:<\/p>\n<p>Lebar busbar (<strong>e<\/strong>) adalah 75mm dan Panjang busbar per Fase (<strong>a<\/strong>) adalah 500mm jadi<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 44px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-c78b60b7b189db9213a21e320fbdd939_l3.png\" height=\"44\" width=\"162\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#101;&#47;&#97;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#55;&#53;&#125;&#123;&#53;&#48;&#48;&#125;&#61;&#48;&#46;&#49;&#53;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Jumlah busbar per fasa adalah 2.<\/p>\n<p>Dari tabel berikut nilai de rating factor adalah 1,83<\/p>\n<p>Jumlah BusBar Strip per Fase (<strong>K1<\/strong>)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1904\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-5.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 5\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-5.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-5-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Faktor Penurunan Daya Bahan Isolator (K2)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Busbar tidak memiliki bahan isolasi. Jadi, kita katakan itu \u201ctelanjang\u201d, dengan demikian faktor penurunannya adalah 1 dari tabel di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1905\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-6.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 6\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-6.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-6-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Faktor Penurunan Posisi (K3)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi busbar kita adalah bar Edge-mount, sehingga faktor penurunannya adalah 1 dari tabel di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1906\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-7.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 7\" width=\"624\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-7.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-7-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Faktor Penurunan Daya Sedang Pemasangan (K4)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemasangan kita untuk busbar adalah saluran non-ventilasi, sehingga faktor penurunannya adalah 0,8 dari tabel di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1907\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-8.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 8\" width=\"624\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-8.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-8-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Faktor Penurunan Ventilasi Buatan (K5)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tidak menggunakan ventilasi buatan, sehingga faktor penurunannya adalah 0,9 dari tabel di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1908\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-9.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 9\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-9.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-9-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Faktor Penurunan Penutup dan Ventilasi (K6)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Luas penampang busbar per fase (A)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">= Lebar bus x Tebal x Panjang x Jumlah busbar per fase<br>= 75 x 10 x 500 x 2<br>= 750.000 mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total luas penampang busbar untuk penutup<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">= Jumlah rangkaian x (Jumlah fase + netral) x Area busbar per fase<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sini kita menggunakan Ukuran Bus Netral sama dengan Ukuran Bus Fasa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total Area busbar untuk penutup<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 52px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-0a475e260660746493cc49e5df0b05c1_l3.png\" height=\"52\" width=\"262\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#38;&#61;&#32;&#51;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#51;&#43;&#49;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#55;&#53;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#109;&#109;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#57;&#44;&#48;&#48;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#83;&#113;&#46;&#109;&#109;&#125;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Luas area penutup<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">= Width x Height x Length<br>= 1200 x 600 x 2400<br>= 1,728,000,000 Sq.mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Total Area Busbar untuk penutup \/ Total Area penutup<br>= 9000000\/1728000000<br>= 0.53%<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencana ventilasi buatan busbar tanpa ventilasi buatan sehingga faktor penurunannya adalah 0,95 dari tabel di bawah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1909\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-10.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 10\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-10.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-10-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Faktor Penurunan Efek Proksi (K7)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak Fase Busbar (<strong>p<\/strong>) adalah 400mm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebar Busbar (<strong>e<\/strong>) adalah 75mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ruang antara setiap bus fase adalah 75mm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, panjang bus total fase dengan jarak (<strong>w<\/strong>) =75+75+75+75+75=225mm<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1910\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-11.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 11\" width=\"624\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-11.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-11-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak fasa busbar (<strong>p<\/strong>) \/ total panjang fasa bus dengan jarak (<strong>w<\/strong>) = 400\/225 =2<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari tabel di bawah ini, faktor penurunannya adalah 0,82.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Faktor Penurunan Ketinggian Pemasangan Busbar (K8)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita memasang busbar 2000 m di atas tanah sehingga faktor penurunannya adalah 0,88 berdasarkan tabel di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1911\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-12.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 12\" width=\"624\" height=\"429\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-12.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-12-300x206.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor Penurunan Total<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kita mendapatkan delapan faktor penurunan, sekarang saatnya untuk menjumlahkan semuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor penurunan total<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 79px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-11599d9ffdb596dfd201ee84bbdf178b_l3.png\" height=\"79\" width=\"440\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#38;&#61;&#75;&#49;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#51;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#52;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#53;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#54;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#55;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#75;&#56;&#92;&#92;&#38;&#61;&#49;&#46;&#56;&#51;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#49;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#49;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#48;&#46;&#56;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#48;&#46;&#57;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#48;&#46;&#57;&#53;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#48;&#46;&#56;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#48;&#46;&#56;&#56;&#92;&#92;&#38;&#61;&#48;&#46;&#57;&#48;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus Perhitungan Ukuran Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Rating arus yang diinginkan dari Busbar (<strong>I<sub>2<\/sub><\/strong>) = 630 Amp<br>Peringkat busbar saat ini setelah faktor penurunan (<strong>I<sub>1<\/sub><\/strong>)<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 83px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-d93f978971ef5c15723a54fcf5b4f44f_l3.png\" height=\"83\" width=\"237\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#73;&#95;&#49;&#38;&#61;&#73;&#95;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#68;&#101;&#114;&#97;&#116;&#105;&#110;&#103;&#32;&#70;&#97;&#99;&#116;&#111;&#114;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#54;&#51;&#48;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#48;&#46;&#57;&#92;&#92;&#38;&#61;&#53;&#54;&#55;&#32;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#65;&#109;&#112;&#125;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Area Penampang Busbar sesuai Arus (<strong>A<\/strong>)<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 128px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-cc5cafa7c4c7a7cfe7ef36e06635f809_l3.png\" height=\"128\" width=\"285\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#65;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#67;&#117;&#114;&#114;&#101;&#110;&#116;&#32;&#114;&#97;&#116;&#105;&#110;&#103;&#32;&#111;&#102;&#32;&#98;&#117;&#115;&#98;&#97;&#114;&#125;&#125;&#123;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#67;&#117;&#114;&#114;&#101;&#110;&#116;&#32;&#100;&#101;&#110;&#115;&#105;&#116;&#121;&#32;&#111;&#102;&#32;&#98;&#117;&#115;&#98;&#97;&#114;&#125;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#53;&#54;&#55;&#125;&#123;&#49;&#46;&#54;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#51;&#53;&#52;&#46;&#51;&#55;&#53;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#83;&#113;&#46;&#109;&#109;&#125;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Area Penampang Busbar sesuai Hubungan Pendek (<strong>A<sub>sc<\/sub><\/strong>)<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 166px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-8303a643d3afd7f9d1b46e906de63d55_l3.png\" height=\"166\" width=\"508\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#65;&#95;&#123;&#115;&#99;&#125;&#38;&#61;&#73;&#95;&#123;&#115;&#99;&#125;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#115;&#113;&#114;&#116;&#123;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#75;&#125;&#123;&#40;&#92;&#116;&#104;&#101;&#116;&#97;&#95;&#116;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#49;&#48;&#48;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#49;&#43;&#92;&#97;&#108;&#112;&#104;&#97;&#95;&#123;&#50;&#48;&#125;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#116;&#104;&#101;&#116;&#97;&#125;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#120;&#95;&#116;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#53;&#48;&#48;&#48;&#48;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#115;&#113;&#114;&#116;&#123;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#49;&#46;&#49;&#54;&#54;&#125;&#123;&#40;&#49;&#48;&#48;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#49;&#48;&#48;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#49;&#43;&#48;&#46;&#48;&#48;&#52;&#48;&#51;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#56;&#53;&#125;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#49;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#54;&#50;&#54;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#83;&#113;&#46;&#109;&#109;&#125;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Pilih Ukuran Lebih Tinggi untuk Area penampang Busbar antara 436 Sq.mm dan 626 Sq.mm<br>Luas Penampang Busbar Terhitung Akhir = 626 Sq.mm<\/p>\n<p>Ukuran busbar yang dipilih sebenarnya adalah 75\u00d710=750 Sq.mm<br>Kita telah memilih 2 Busbar per Fase, maka:<\/p>\n<p>Luas penampang Busbar aktual per Fase (<strong>A<sub>P<\/sub><\/strong>)<br><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 51px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-afcd36f176fbdaecdfcdddf01ccd4220_l3.png\" height=\"51\" width=\"171\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#65;&#95;&#80;&#38;&#61;&#55;&#53;&#48;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#50;&#92;&#92;&#38;&#61;&#49;&#53;&#48;&#48;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#83;&#113;&#46;&#109;&#109;&#125;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Ukuran Busbar Sebenarnya Kurang dari ukuran Busbar yang dihitung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gaya Elektromagnetik yang Dihasilkan oleh Busbar saat Hubungan Pendek<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gaya elektromagnetik puncak antara konduktor fase (F1)<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 182px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-6dadf69bb7ffd89d2a207155417b4981_l3.png\" height=\"182\" width=\"293\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#70;&#95;&#49;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#73;&#125;&#123;&#100;&#125;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#50;&#46;&#53;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#73;&#95;&#123;&#115;&#99;&#125;&#41;&#94;&#50;&#125;&#123;&#49;&#48;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#53;&#48;&#125;&#123;&#54;&#51;&#125;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#50;&#46;&#53;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#53;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#41;&#94;&#50;&#125;&#123;&#49;&#48;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#44;&#48;&#48;&#48;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#50;&#53;&#48;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#75;&#103;&#47;&#99;&#109;&#125;&#94;&#50;&#92;&#92;&#38;&#61;&#50;&#46;&#53;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#75;&#103;&#47;&#109;&#109;&#125;&#94;&#50;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Lebar total busbar per fase(<strong>w<\/strong>)=75+75+75=225mm =2.25cm<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jarak Fase ke Fase Busbar (<strong>d<\/strong>)=400+225=625mm=6.25cm<\/p>\n<p>Gaya aktual di kepala penyangga atau busbar (<strong>F<\/strong>)<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 127px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-2d4025b9811d395348f6969e6a71c004_l3.png\" height=\"127\" width=\"185\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#70;&#38;&#61;&#70;&#95;&#49;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#72;&#43;&#104;&#125;&#123;&#72;&#125;&#41;&#92;&#92;&#38;&#61;&#50;&#46;&#53;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#49;&#48;&#48;&#43;&#53;&#125;&#123;&#49;&#48;&#48;&#125;&#41;&#92;&#92;&#38;&#61;&#51;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#75;&#103;&#47;&#109;&#109;&#125;&#94;&#50;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuatan isolator yang diizinkan (<strong>F\u2019<\/strong>) adalah 10 Kg\/mm<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuatan Aktual di kepala Penopang atau busbar kurang dari Kekuatan yang Diijinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gaya pada Isolasi berada dalam Batas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekuatan Mekanik Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kekuatan mekanik busbar dapat dihitung dengan menggunakan:<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 43px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-34fdca94d06444db125f20a458065fa8_l3.png\" height=\"43\" width=\"467\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#70;&#95;&#109;&#61;&#40;&#70;&#95;&#49;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#105;&#125;&#123;&#49;&#50;&#125;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#49;&#125;&#123;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#105;&#110;&#101;&#114;&#116;&#105;&#97;&#32;&#109;&#111;&#100;&#117;&#108;&#117;&#115;&#32;&#111;&#102;&#32;&#116;&#104;&#101;&#32;&#98;&#117;&#115;&#98;&#97;&#114;&#125;&#125;&#41;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1912\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-13.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 13\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-13.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-13-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>Karena kita memiliki dua strip bus per fase maka modulus inersia kita adalah 14,45.<\/p>\n<p>Kekuatan mekanik busbar kita adalah<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 113px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-0c03932c86bb38f04b0113aa911de9bc_l3.png\" height=\"113\" width=\"250\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#70;&#95;&#109;&#38;&#61;&#40;&#50;&#53;&#48;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#53;&#48;&#125;&#123;&#49;&#50;&#125;&#41;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#49;&#125;&#123;&#49;&#52;&#46;&#52;&#53;&#125;&#41;&#92;&#92;&#38;&#61;&#55;&#50;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#75;&#103;&#47;&#99;&#109;&#125;&#94;&#50;&#92;&#92;&#38;&#61;&#48;&#46;&#55;&#50;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#75;&#103;&#47;&#109;&#109;&#125;&#94;&#50;&#92;&#92;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Kekuatan busbar yang diijinkan adalah 12 Kg\/mm<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Kekuatan busbar kita yang sebenarnya masih dalam nilai yang diizinkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenaikan Suhu Busbar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan suhu maksimum (<strong>T<sub>1<\/sub><\/strong>) adalah 35<sup>o<\/sup>C.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan suhu maksimum yang dihitung (<strong>T<sub>2<\/sub><\/strong>) adalah<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 140px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-af06d728fbb73ba84c4e9aa0de201f6d_l3.png\" height=\"140\" width=\"179\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#84;&#95;&#50;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#84;&#125;&#123;&#40;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#108;&#111;&#103;&#125;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#73;&#95;&#49;&#125;&#123;&#73;&#95;&#50;&#125;&#41;&#49;&#46;&#54;&#52;&#41;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#51;&#53;&#125;&#123;&#40;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#108;&#111;&#103;&#125;&#40;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#54;&#57;&#55;&#125;&#123;&#54;&#51;&#48;&#125;&#41;&#49;&#46;&#54;&#52;&#41;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#51;&#48;&#94;&#111;&#67;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Kenaikan suhu busbar yang dihitung kurang dari kenaikan suhu maksimum yang ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hasil Akhir<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran busbar = 2 busbar 75x10mm setiap Fase.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah pengumpan = 3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah Total busbar = 6 busbar 75x10mm untuk fasa dan 1 busbar 75x10mm untuk netral.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gaya elektromagnetik pada ujung tumpuan busbar (<strong>F<\/strong>) = 3 Kg\/mm<sup>2<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuatan mekanik busbar = 0,7 Kg\/mm<sup>2<\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan suhu maksimum = 30<sup>o<\/sup>C.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perhitungan Ukuran Busbar Pembumian<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ukuran konduktor bumi PE yang diukur dalam Sq.mm dapat dihitung dari:<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 61px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-b527f9f6a5db2001a50d805def97704a_l3.png\" height=\"61\" width=\"129\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#92;&#115;&#113;&#114;&#116;&#123;&#73;&#95;&#123;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#102;&#97;&#117;&#108;&#116;&#125;&#125;&#94;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#116;&#95;&#123;&#40;&#115;&#41;&#125;&#125;&#125;&#123;&#107;&#125;&#92;&#92;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Di mana:<br \/>I_fault = arus gangguan (A)<br \/>t(s) = waktu operasi (s)<br \/>k = konstanta bahan<\/p>\n<p>Konstanta materi dapat dibaca dari daftar di bawah ini:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1913\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-14.jpg\" alt=\"Ukuran busbar 14\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-14.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/10\/Ukuran-busbar-14-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asumsikan bahwa kita harus menghitung ukuran busbar pembumian untuk arus gangguan 20 kA pada 0,5 detik menggunakan bahan GI.<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 78px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-0bc69c2787be86cbaec6e03382d356be_l3.png\" height=\"78\" width=\"145\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#38;&#61;&#92;&#102;&#114;&#97;&#99;&#123;&#92;&#115;&#113;&#114;&#116;&#123;&#50;&#48;&#48;&#48;&#94;&#50;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#32;&#48;&#46;&#53;&#125;&#125;&#123;&#56;&#48;&#125;&#92;&#92;&#38;&#61;&#49;&#55;&#54;&#46;&#56;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#32;&#83;&#113;&#46;&#109;&#109;&#125;&#92;&#92;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p>Sekitar 185 Sq.mm.<\/p>\n<p>Kalian bisa menggunakan busbar 50&#215;3,5 mm atau 25&#215;8 mm.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hitung Ukuran Busbar dan Penurunan Tegangan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena kita telah melakukan perhitungan ukuran busbar, kita akan melompat ke perhitungan drop tegangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan kita perlu mengingatkan kalian bahwa kita tidak dapat menghitung tegangan tanpa mengetahui nilai arus dan hambatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kalian memiliki nilai-nilai itu, kalian dapat menggunakan hukum Ohm sederhana. Jatuh tegangan sama dengan I x R.<\/p>\n<p><p class=\"ql-left-displayed-equation\" style=\"line-height: 15px;\"><span class=\"ql-right-eqno\"> &nbsp; <\/span><span class=\"ql-left-eqno\"> &nbsp; <\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/ql-cache\/quicklatex.com-3da90182c1c4f34f5c7771c5956f6274_l3.png\" height=\"15\" width=\"81\" class=\"ql-img-displayed-equation \" alt=\"&#92;&#98;&#101;&#103;&#105;&#110;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#86;&#61;&#73;&#125;&#92;&#116;&#105;&#109;&#101;&#115;&#92;&#109;&#98;&#111;&#120;&#123;&#82;&#125;&#92;&#101;&#110;&#100;&#123;&#97;&#108;&#105;&#103;&#110;&#42;&#125;\" title=\"Rendered by QuickLaTeX.com\"\/><\/p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimana I adalah arus yang dibawa oleh busbar dan R adalah resistansi busbar (aluminium atau tembaga).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-faq-block\"><div class=\"rank-math-faq-item\"><h3 class=\"rank-math-question\">Bagaimana cara memilih ukuran busbar?<\/h3><div class=\"rank-math-answer\">Menggunakan Aturan Jempol untuk busbar:<br>Busbar aluminium 1 Sq.mm dapat menahan 0,7 Ampere.<br>Busbar tembaga 1 Sq.mm dapat menahan 1,2 Ampere.<\/div><\/div><div class=\"rank-math-faq-item\"><h3 class=\"rank-math-question\">Berapa ampere busbar?<\/h3><div class=\"rank-math-answer\">Asumsikan kita memiliki busbar aluminium dengan Lebar x Kedalaman = 10 x 10 mm. Artinya busbar ini berukuran 100 Sq.mm dengan kapasitas arus 100 x 0,7 A = 70 A.<\/div><\/div><div class=\"rank-math-faq-item\"><h3 class=\"rank-math-question\">Bagaimana cara menghitung arus busbar?<\/h3><div class=\"rank-math-answer\">Menggunakan Aturan Jempol untuk busbar:<br>Busbar aluminium 1 Sq.mm dapat menahan 0,7 Ampere.<br>Busbar tembaga 1 Sq.mm dapat menahan 1,2 Ampere.<\/div><\/div><div class=\"rank-math-faq-item\"><h3 class=\"rank-math-question\">Berapa ukuran busbar tembaga?<\/h3><div class=\"rank-math-answer\">Busbar tembaga memiliki daya dukung arus sebesar 1,2 Ampere per 1 Sq.mm.<\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":1915,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62],"tags":[],"class_list":["post-1898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keamanan-listrik","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1898"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1925,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1898\/revisions\/1925"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}