{"id":1479,"date":"2022-05-16T13:28:10","date_gmt":"2022-05-16T13:28:10","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=1479"},"modified":"2025-01-29T04:05:16","modified_gmt":"2025-01-29T04:05:16","slug":"kode-warna-resistor-1k","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/kode-warna-resistor-1k\/","title":{"rendered":"Kode Warna Resistor 1K Ohm"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kode warna resistor 1k ohm dapat dikenali hanya dengan melihat pada warna yang berkaitan dengan nilai ohm. Pelajari bagaimana resistor berfungsi dan bagaimana memberikan kode warna sebuah resistor 1k ohm dalam tiga langkah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung dari 0 hingga 9 dengan lantang. Berapa banyak angka unik yang kalian sebutkan? Ada sepuluh angka totalnya. Kita dapat mengkodekan berapapun nilai ukuran menggunakan warna jika kita sepakat untuk menggunakan satu warna tiap satu dari sepuluh angka, dari sini kita akan tiba pada kode warna resistor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah resistor dapat mengurangi jumlah (atau menahan) arus yang mengalir. Nilai resistansi diberikan sebagai nilai angka ohm. Nilai ohm sudah memiliki kode warna dan ditunjukan pada perangkat dengan gelang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kita hanya mengkodekan warna pertama, warna kedua, dan jumlah nol, kita memanfaatkan tiga gelang warna untuk mewakili nilai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tidak banyak berbeda dengan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/kode-warna-resistor-10k-ohm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kode warna resistor 10k<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kita memiliki alat yang hebat seperti ohmmeter atau multimeter, belajar tentang kode warna resistor dapat banyak membantu kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ohmmeter dan multimeter menunjukkan nilai resistansi secara langsung, hal ini tidak akan membantu kita menghitung resistansi suatu resistor yang sudah terhubung dalam rangkaian.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kode Warna Resistor 1K<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pelajaran kali ini, kita akan menghitung resistor 1k, dimana \u201ck\u201d mewakili singkatan \u201ckilo\u201d, yang berarti 1,000. Nilai sebuah resistor 1k adalah 1000 ohm, dan angka yang akan kita berikan kode adalah 1,000.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu resistor yang paling banyak digunakan dalam elektronik adalah resistor 1k empat gelang. Popularitasnya membuat resistor ini alat yang baik untuk mempelajari kode warna resistor dan mengenalinya dalam suatu projek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat secara langsung menentukan nilai resistansi dan toleransi dari resistor 1k menggunakan kode warna resistor 1k.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah resistor dengan resistansi 1k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u03a9.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1480\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/1k-resistor-color-code-1.jpg\" alt=\"kode warna resistor 1k\" width=\"624\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/1k-resistor-color-code-1.jpg 624w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/1k-resistor-color-code-1-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi nilai resistansi adalah:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1481\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/1k-resistor-color-code-2.jpg\" alt=\"kode warna resistor 1k\" width=\"548\" height=\"285\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/1k-resistor-color-code-2.jpg 548w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/1k-resistor-color-code-2-300x156.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 548px) 100vw, 548px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai akhirnya : 1000 \u00b1 5% \u03a9.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/penjelasan-jenis-resistor-dan-fungsinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jenis resistor<\/a>.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Menghitung Kode Warna Resistor 1K<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kode warna untuk resistor selalu diawali dengan angka, diikuti oleh pengali, dan akhirnya nilai toleransi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap gelang dalam resistor empat gelang memiliki tujuan yang berbeda-beda:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Gelang pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Digit pertama: Ini adalah angka pertama nilai resistansi. Nilai 1 mewakili gelang pertama, yang mana berwarna coklat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Gelang kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Digit kedua: Ini adalah angka kedua nilai resistansi. Nilai 0 mewakili gelang kedua, yang mana berwarna hitam. Gelang kedua selalu berada di sisi kanan gelang pertama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai hasilnya, angka dari kedua gelang ini adalah 10.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Gelang ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Pengali: Mengalikan digit angka dengan suatu nilai sesuai warna gelang ini. Pengalinya adalah 10n, dimana n adalah nilai warna gelang. Pada kali ini gelang ketiga berwarna merah, yang berarti bernilai 2. Sebagai hasilnya 10<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> = 100 adalah pengalinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai hasilnya, resistansi total dari warna-warna ini adalah 10 x 10<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> = 1000\u03a9 = 1k\u03a9.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Gelang keempat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Toleransi: Menunjukkan nilai toleransi resistor. Umumnya berwarna emas atau perak yang bernilai 5% dan 10%, secara berurutan. Gelang emas digunakan kali ini sebagai contoh, memberikan toleransi 5%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, resistansi total adalah 1k\u03a9 \u00b1 5% \u03a9.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berarti nilai resistansi dapat antara 950 dan 1050. Nilai resistansi asli dapat dihitung dengan multimeter, bagaimanapun resistor akan sedikit berfluktuasi dengan temperatur.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pilihan Lain Kode Warna Resistor 1K<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca nilai resistor dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Multimeter\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">multimeter<\/a>. Hal ini sangat sederhana. Bagaimanapun, jika resistor sudah ada dalam rangkaian, digital multimeter tidak akan mampu menghitung nilai dengan benar; pada kasus ini, kode warna sangat berguna.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":1483,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-1479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-elemen-aktif-pasif","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1479"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1949,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1479\/revisions\/1949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}