{"id":1451,"date":"2022-05-09T12:54:26","date_gmt":"2022-05-09T12:54:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=1451"},"modified":"2025-01-29T06:52:01","modified_gmt":"2025-01-29T06:52:01","slug":"apa-itu-overload-relay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/","title":{"rendered":"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi"},"content":{"rendered":"\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat menyebabkan beban berlebih listrik, tetapi kemacetan dan kesalahan operasi adalah penyebab lebih umum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap motor harus dilindungi dari segala kemungkinan kerusakan untuk memastikan umur yang panjang, operasi yang aman, dan menghemat waktu yang disebabkan oleh perbaikan. Hampir semua industri bergantung pada motor listrik untuk mengatur proses dan input. Untuk hasilnya, mesin harus dibuat untuk aman dari kegagalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay adalah salah satu jenis perangkat yang mencegah motor menerima kerusakan karena beban berlebih (overload) dan arus berlebih. Ini ditemukan dalam pusat kontrol motor dan starter motor, dan digunakan dengan <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/perbedaan-relay-dan-kontaktor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kontaktor<\/a>.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Perlindungan Overload?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay adalah salah satu jenis relay yang akan kita temui suatu saat nanti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay sebagian besar digunakan untuk perlindungan overload. Tetapi apa itu perlindungan overload?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload terjadi ketika motor mengkonsumsi atau menarik terlalu banyak arus. Hal ini dapat menyebabkan motor menjadi overheat atau kepanasan, menyebabkan kerusakan terhadap belitan. Karena itu, hal yang sangat penting untuk melindungi motor, rangkaian cabang motor, dan komponennya dari overload.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay melindungi motor, rangkaian cabang motor, dan komponennya dari panas berlebih yang disebabkan oleh overload. Starter motor juga memiliki overload relay (pemasangan kontaktor dengan overload relay).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka melindungi motor dengan mengawasi arus yang mengalir dalam rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika arus melebihi batasan yang telah diatur untuk waktu yang telah ditentukan, overload relay akan trip, mengaktifkan kontak tambahan yang memutus rangkaian kontrol motor dan menonaktifkan kontaktor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, daya motor dimatikan. Motor dan komponen rangkaian motor tidak mengalami overheat dan rusak karena tidak ada daya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay dapat diatur ulang (reset) secara manual, dan beberapa overload relay akan mengatur ulang diri mereka sendiri setelah jangka waktu tertentu. Setelah itu, motor dan dinyalakan kembali.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Definisi Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay adalah perangkat yang melindungi motor listrik dari beban berlebih dan kegagalan fasa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika motor menerima beban berlebih, relay mendeteksi ini dan memutus aliran daya, mencegah motor dari panas berlebih dan kerusakan belitan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga bisa melindungi motor dari kerugian\/rugi fasa dan ketidakseimbangan fasa, sebagai tambahan terhadap beban berlebih. Mereka sering disebut dengan OLR.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu overload (beban berlebih) sebenarnya?<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload (beban berlebih) terjadi ketika motor menarik arus yang lebih besar dari nilai yang telah ditentukan untuk rentang waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini adalah masalah yang paling umum, dan yang dapat menyebabkan belitan memiliki panas berlebih. Sebagai hasilnya, operasi biasa menjadi beresiko.<\/span><\/p>\n<p>Perlindungan overload juga dapat diperoleh dari penggunaan beberapa <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/jenis-mcb\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jenis mcb<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagian Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari strip bimetal dan kontak yang ditunjukkan dalam bagian prinsip kerja, ada beberapa komponen lain pada OLR yang penting untuk diketahui.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amati overload relay thermal di bawah:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1452\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-1.jpg\" alt=\"overload relay\" width=\"459\" height=\"294\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-1.jpg 459w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-1-300x192.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 459px) 100vw, 459px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Terminal<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal input L1, L2, dan L3 tersedia. Mereka dapat dihubungkan langsung ke kontaktor. Terminal T1, T2, dan T3 dapat digunakan sebagai catu daya ke motor.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Ampere range toggle<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian overload relay, ada knob putar. Rating arus pada motor dapat diatur dengan knob ini. Arus dapat diatur antara titik atas suplai dan titik bawah limit. Pada kasus overload relay elektronik, juga ada knob untuk memilih kelas tripping.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tombol Reset<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay memiliki tombol reset yang dapat digunakan untuk mengatur ulang (reset) setelah ada trip atau perbaikan kegagalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Automatic-Manual Reset<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita dapat memilih antara reset otomatis dan manual untuk relay ini setelah menggunakan tombol pemilihan reset manual\/auto. Remote reset pada OLR dapat digunakan jika perangkat diatur ke auto.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Auxiliary Contact<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relay ini hadir dengan dua kontak tambahan (auxiliary contact): satu NO (97-98) dan satu (97-98). (95-96). Kontak NO digunakan menandakan bagian trip, dimana kontak NC digunakan untuk memutus kontaktor. Kontak NC seharusnya mampu untuk mengubah koil kontaktor secara langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tombol Testing<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instalasi kabel kontrol dapat dites dengan menekan test button.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simbol Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang harus kalian ketahui dan mengerti bahwa setiap komponen, element, dan perangkat kelistrikan memiliki simbol masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simbol ini akan memudahkan kita dalam hal drawing, desain, dan analisa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amati simbol thermal OLR di bawah:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1453\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-2.jpg\" alt=\"overload relay 2\" width=\"457\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-2.jpg 457w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-2-300x128.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 457px) 100vw, 457px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 adalah terminal daya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal 95 dan 96 adalah kontak trip<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal 97 dan 98 adalah kontak sinyal.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Diagram Koneksi Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diagram koneksi OLR dapat dilihat di bawah, dan tanda overload relay adalah bentuk tanda tanya kembar dan berkebalikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, fungsi overload relay diwakilkan oleh simbol \u201cS\u201d. meskipun ada beberapa jenis overload relay di pasaran, overload relay thermal bimetal yang paling sering digunakan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1454\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-3.jpg\" alt=\"overload relay 3\" width=\"488\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-3.jpg 488w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-3-300x249.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 488px) 100vw, 488px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desain relay ini memiliki dua jenis strip metal, yang mana dapat saling dihubungkan dan memuai dengan kecepatan bervariasi ketika dipanaskan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika strip ini mencapai temperatur tertentu, strip dapat menjadi cukup bengkok untuk memutus rangkaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa detik, overload dideteksi ketika aliran ke motor melebihi aliran ke pemanas (heater). Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ini pada OLR dapat dibedakan menjadi tiga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay untuk 10 detik, 20 detik, dan 30 detik dapat ditemukan pada Kelas 10, Kelas 20, dan Kelas 30.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik kunci pada relay inilah yang mencegah mesin untuk menyala kembali secara langsung. Overload relay, contohnya, menyentuh relay bimetal, dan koneksi bimetal NC melepaskan rangkaian hingga strip menjadi dingin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Motor tidak akan bekerja jika ada kontaktor yang mencoba untuk menekan saklar start untuk mematikannya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Prinsip Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik elektrotermal pada strip bimetal digunakan untuk mengoperasikan thermal OLR. Mereka dihubungkan ke rangkaian motor sehingga arus mengalir melalui kutub motor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus memanaskan strip bimetal secara langsung dan secara tidak langsung, dan mereka akan bengkok ketika arus mengalir melebihi nilai yang telah ditentukan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka selalu digunakan bersama-sama dengan kontaktor. Ketika strip bimetal panas, kontak trip akan terbuka, memutus daya ke koil kontaktor, mematikannya dan memutus aliran arus ke motor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aliran arus melalui OLR selalu berbanding terbalik dengan waktu trip. Hasilnya, semakin tinggi aliran arus, semakin cepat relay akan trip.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1455\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-4.jpg\" alt=\"overload relay 4\" width=\"677\" height=\"275\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-4.jpg 677w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-4-300x122.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 677px) 100vw, 677px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">A = strip bimetal yang dipanaskan tidak langsung<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">B = penggeser trip<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">C = tuas trip<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">D = tuas kontak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E = strip bimetal kompensasi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">OLR thermal dideskripsikan sebagai relay yang bergantung pada arus dan berkebalikan dengan delay waktu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenis OLR ada di bawah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay thermal bimetal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay elektronik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay eutectic<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Solid state overload relay<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap jenis di atas memiliki prinsip yang berbeda pada beberapa aspek. Mari kita lihat pada bagiannya di bawah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Kerja Overload Relay Thermal Bimetal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah relay thermal bimetal, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bergantung pada sifat panas sebuah strip bimetal. Arus ke motor mengalir melalui OLR menyebabkan pemanasan secara langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, arus memanaskannya secara langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanasan tak langsung, di sisi lain, menjaga strip bimetal dalam kondisi close contact dengan kabel yang memuat arus dalam OLR. Konduktor dan strip bimetal memanas ketika terlalu banyak arus yang mengalir ke motor.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1456\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-5.jpg\" alt=\"overload relay 5\" width=\"500\" height=\"248\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-5.jpg 500w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-5-300x149.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena konduktor terisolasi, tidak ada arus yang melalui strip.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Kerja Overload Relay Elektronik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relay ini juga dikenal dengan solid state overload relay.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada strip bimetal di dalam overload relay elektronik. Sebaliknya, relay ini mendeteksi jumlah arus mengalir ke motor menggunakan sensor temperatur atau trafo arus. Relay ini dapat melindungi menggunakan teknologi mikroprosesor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">PTC digunakan untuk mendeteksi temperatur dan membuat rangkaian trip ketika ada kejadian overload. Trafo arus dan sensor hall effect sudah terpasang dalam beberapa overload relay elektronik, yang mana secara langsung mendeteksi jumlah arus yang mengalir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak adanya strip bimetal pada OLR elektronik menghasilkan panas yang lebih rendah dalam relay, yang mana merupakan kelebihan daripada OLR thermal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relay elektronik juga lebih akurat dibandingkan relay thermal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relay elektronik dari beberapa manufaktur datang dengan karakteristik yang bervariasi, seperti perlindungan kegagalan ground, proteksi stall motor, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">OLR elektronik ideal untuk aplikasi dimana motor harus sering menyala dan mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka dibuat untuk tahan terhadap arus awal motor (yang mana biasanya 6 hingga 10 kali arus beban total untuk beberapa waktu (biasanya 15-30 detik bergantung pada nilai maksimum arus).<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Kerja Overload Relay Eutectic<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belitan pemanas, sebuah mekanisme mekanik untuk mengaktifkan mekanisme trip, dan sebuah eutectic alloy (paduan eutektik) adalah bagian dari overload relay jenis ini. Eutectic alloy dibuat dari dua atau lebih komponen yang memadat dan mencair pada temperatur yang diberikan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1457\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-6.jpg\" alt=\"overload relay eutectic\" width=\"400\" height=\"211\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-6.jpg 400w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-6-300x158.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eutectic alloy ditempatkan pada sebuah tabung di dalam overload relay, yang mana sering digunakan dalam konjungsi dengan ratchet wheel (roda ratchet) dengan pegas untuk memicu mekanisme trip saat operasi overload.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belitan pemanas kecil membawa arus motor. Belitan pemanas memanaskan tabung eutectic alloy ketika overload.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai hasil dari pemanasan, alloy meleleh, melepaskan roda ratchet dan membuatnya dapat berputar. Kontak tambahan OLR yang tertutup sekarang terbuka sebagai hasil dari proses ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah trip, overload relay eutectic hanya dapat diatur ulang manual. Hal ini umum dilakukan dengan menekan tombol reset yang terletak di penutup relay.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian pemanas diletakkan pada relay dipilih berdasarkan arus beban penuh motor.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelas Trip Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas trip menyebutkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuka kontak pada kontaktor ketika overload.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amati tabel di bawah dari Schneider:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1458\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-7.jpg\" alt=\"overload relay 7\" width=\"400\" height=\"123\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-7.jpg 400w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-7-300x92.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas 10, Kelas 20, Kelas 30, dan Kelas 5 adalah klasifikasi yang paling populer. Pada 600% arus beban penuh ke motor, OLR trip setelah 10 detik, 20 detik, 30 detik, dan 5 detik, secara berurutan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1459\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-8.jpg\" alt=\"overload relay 8\" width=\"500\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-8.jpg 500w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-8-300x296.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas 10 dan Kelas 20 adalah yang paling luas digunakan. Motor yang menghasilkan beban inersia tinggi dilindungi oleh overload relay Kelas 30, sedangkan motor yang membutuhkan trip yang sangat cepat dilindungi oleh relay Kelas 5.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Diagram Koneksi Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">OLR selalu dipasang dalam konjungsi dengan kontaktor rangkaian. Mereka <a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-seri-penjelasan-ciri-rumus-dan-rangkaian-pembagi-tegangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dihubungkan seri<\/a> dengan motor, membuatnya dapat mengalirkan listrik secara bebas melaluinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa metode konektor untuk motor satu fasa dan tiga fasa seperti gambar di bawah.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1460\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-9.jpg\" alt=\"overload relay 9\" width=\"500\" height=\"314\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-9.jpg 500w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/overload-relay-9-300x188.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload relay K1 dan K1M digunakan. Sebuah koneksi motor satu fasa ditunjukkan pada gambar pertama dan kedua, sedangkan koneksi motor tiga fasa pada gambar ketiga.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Overload Relay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlindungan OLR datang dengan variasi bentuk dan ukuran. Fuse, thermal relay, relay elektromekanikal, dan relay elektronik adalah contohnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perangkat arus lemah, seperti perangkat rumahan sering dilindungi oleh fuse.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin arus kuat seperti motor industri dilindungi oleh relay thermal, elektromekanikal, dan elektronik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah kelebihan penting untuk relay:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Proteksi yang dapat diandalkan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika arus kuat muncul karena kegagalan ground, short circuit, kegagalan fasa, atau kerusakan mekanik, overload relay mematikan listrik ke motor. Hal ini adalah teknik dengan biaya rendah untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan ketika membetulkan atau mengganti motor yang rusak karena arus berlebih.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Cocok dengan kontaktor<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kontaktor membawa arus operasional yang tinggi dari rangkaian utama. Mereka memiliki sistem yang sudah terpasang untuk mencegah percikan api karena interupsi arus motor yang tinggi. Ketika kontaktor dan thermal relay cocok, hasilnya adalah rangkaian pengaktifan motor yang baik.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Starter yang mudah digunakan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Starter manual motor digunakan untuk menyalakan dan mematikan motor. Perangkat elektromekanikal ini sederhana dan mudah untuk digunakan untuk mengatur ulang ketika trip terjadi.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Perlengkapan pemasangan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk beberapa jenis overload relay, perlengkapan pemasangan untuk aplikasi khusus diberikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatur batasan aktivasinya, overload relay memiliki skala pengaturan arus yang dapat diatur. Hal ini dapat mendeteksi dan bertahan dari kegagalan fasa sebagai tambahan dari pencegahan overload elektrikal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena relay ini sering digunakan pada situasi yang panas, mereka memiliki toleransi temperatur ambien hingga 60 derajat Celcius<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relay juga memiliki reset manual atau otomatis yang dapat disegel untuk melindunginya dari kondisi berbahaya dimana mereka bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tidak membawa arus listrik, relay memiliki operasi stop dan test untuk memastikan integritas operasinya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Overload Relay vs Circuit Breaker<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa perbedaan antara overload dan arus yang terlalu besar?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Overload adalah arus lebih yang dipertahankan dalam batas-batas rating arus yang diizinkan peralatan namun menyebabkan peralatan menjadi terlalu panas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus lebih biasanya seketika. Jenis arus lebih adalah hubung singkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan kelebihan beban di rangkaian, misalnya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kalian menarik lebih banyak listrik daripada yang dapat ditangani oleh rangkaian dengan aman, kalian mengalami kelebihan beban. Pengkabelan, pemutus (atau sekering dalam sistem pengkabelan lama), dan gadget membentuk rangkaian (seperti lampu, peralatan, dan apa pun yang dicolokkan ke stopkontak).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah perlindungan kelebihan beban disediakan oleh pemutus arus dalam kasus ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemutus sirkuit adalah saklar listrik yang beroperasi secara otomatis untuk melindungi sirkuit listrik dari bahaya yang disebabkan oleh kelebihan beban atau korsleting.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan utamanya adalah untuk menghentikan aliran arus ketika cacat diidentifikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu perangkat perlindungan kelebihan beban, dan bagaimana cara kerjanya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika arus mencapai tingkat yang menyebabkan kenaikan suhu yang berlebihan atau berbahaya pada konduktor, perangkat proteksi arus lebih terbuka untuk melindungi sirkuit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai arus hubung singkat atau gangguan arde, serta keadaan kelebihan beban, dideteksi oleh sebagian besar perangkat proteksi arus lebih.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ringkasan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Kenapa OLR mengalami trip?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada tiga faktor yang menyebabkan overload trip:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Motor mengalami overload<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan fasa input<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakseimbangan fasa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak faktor keamanan yang dapat ditemukan. Variasi ini bergantung pada manufakturnya.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Bagaimana overload relay melindungi dari kegagalan fasa?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus mengalir melalui tiap polaritas pada overload relay ke motor tetap bernilai sama saat operasi normal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika salah satu fasa terganggu, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Arus_listrik\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">arus<\/a> pada dua fasa lain meningkat menjadi 1.73 kali nilai aslinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, overload relay memanas dan trip. Penggunaan satu fasa pada motor atau kehilangan fasa adalah sebutan lain untuk kegagalan fasa.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Apakah overload relay dapat melindungi dari short circuit (hubung singkat)?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Short circuit tidak mendapat perlindungan oleh overload relay. Perangkat pelindung short circuit selalu terpasang dengannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, short circuit apapun di dalam motor dapat merusaknya. Overload, kehilangan fasa, dan ketidakseimbangan fasa semuanya terlindungi, kecuali short circuit.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":1462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[59],"tags":[],"class_list":["post-1451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kontrol-mesin-listrik","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.8 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Wira Adhitama\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.8\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wira Electrical Engineering Portal - Semua tentang Elektro\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-09T12:54:26+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-29T06:52:01+00:00\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#blogposting\",\"name\":\"Apa itu Overload Relay \\u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal\",\"headline\":\"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#person\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/thumbnail-indo-1.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},\"datePublished\":\"2022-05-09T12:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-29T06:52:01+00:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kontrol Mesin Listrik\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/#listItem\",\"name\":\"Mesin Listrik\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mesin Listrik\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/kontrol-mesin-listrik\\\/#listItem\",\"name\":\"Kontrol Mesin Listrik\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/kontrol-mesin-listrik\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kontrol Mesin Listrik\",\"item\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/kontrol-mesin-listrik\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#listItem\",\"name\":\"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/#listItem\",\"name\":\"Mesin Listrik\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/category\\\/mesin-listrik\\\/kontrol-mesin-listrik\\\/#listItem\",\"name\":\"Kontrol Mesin Listrik\"}}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#person\",\"name\":\"Wira Adhitama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#personImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/2\\\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Wira Adhitama\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/\",\"name\":\"Wira Adhitama\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/2\\\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Wira Adhitama\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/\",\"name\":\"Apa itu Overload Relay \\u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal\",\"description\":\"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/author\\\/adhitamawiragmail-com\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/thumbnail-indo-1.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#mainImage\",\"width\":1280,\"height\":720},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/apa-itu-overload-relay\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2022-05-09T12:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-29T06:52:01+00:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Wira Electrical Engineering Portal\",\"description\":\"Semua tentang Elektro\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/wiraelectrical.com\\\/id\\\/#person\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal","description":"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat","canonical_url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/","robots":"max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#blogposting","name":"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal","headline":"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi","author":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#person"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/thumbnail-indo-1.jpg","width":1280,"height":720},"datePublished":"2022-05-09T12:54:26+00:00","dateModified":"2025-01-29T06:52:01+00:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#webpage"},"articleSection":"Kontrol Mesin Listrik"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/#listItem","name":"Mesin Listrik"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/#listItem","position":2,"name":"Mesin Listrik","item":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/kontrol-mesin-listrik\/#listItem","name":"Kontrol Mesin Listrik"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/kontrol-mesin-listrik\/#listItem","position":3,"name":"Kontrol Mesin Listrik","item":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/kontrol-mesin-listrik\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#listItem","name":"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/#listItem","name":"Mesin Listrik"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#listItem","position":4,"name":"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/kontrol-mesin-listrik\/#listItem","name":"Kontrol Mesin Listrik"}}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#person","name":"Wira Adhitama","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#personImage","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975","width":96,"height":96,"caption":"Wira Adhitama"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/","name":"Wira Adhitama","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#authorImage","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2\/3035ba3ae6f891b12f1416b905427864.jpg?ver=1781957975","width":96,"height":96,"caption":"Wira Adhitama"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#webpage","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/","name":"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal","description":"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/author\/adhitamawiragmail-com\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/thumbnail-indo-1.jpg","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#mainImage","width":1280,"height":720},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/#mainImage"},"datePublished":"2022-05-09T12:54:26+00:00","dateModified":"2025-01-29T06:52:01+00:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#website","url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/","name":"Wira Electrical Engineering Portal","description":"Semua tentang Elektro","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/#person"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Wira Electrical Engineering Portal - Semua tentang Elektro","og:type":"article","og:title":"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal","og:description":"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat","og:url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/","og:image":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png","og:image:secure_url":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png","article:published_time":"2022-05-09T12:54:26+00:00","article:modified_time":"2025-01-29T06:52:01+00:00","twitter:card":"summary_large_image","twitter:title":"Apa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi - Wira Electrical Engineering Portal","twitter:description":"Overload relay sangat umum ketika kita berhadapan dengan motor listrik. Mengapa demikian? Motor listrik sering digunakan pada perlengkapan yang memiliki bagian berputar. Karena motor seringkali cukup mahal, hal yang krusial untuk menjaganya agar tidak rusak karena dialiri arus listrik berlebih dari batas maksimalnya. Kegagalan grounding (short circuit pada belitan motor atau kabel perangkat tambahan) dapat","twitter:image":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/11\/cropped-Logo-Wira-Electrical.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"1451","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-06-05 05:41:12","updated":"2025-01-29 06:52:01","seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/\" title=\"Mesin Listrik\">Mesin Listrik<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/kontrol-mesin-listrik\/\" title=\"Kontrol Mesin Listrik\">Kontrol Mesin Listrik<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tApa itu Overload Relay \u2013 Pengertian dan Fungsi\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id"},{"label":"Mesin Listrik","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/"},{"label":"Kontrol Mesin Listrik","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/category\/mesin-listrik\/kontrol-mesin-listrik\/"},{"label":"Apa itu Overload Relay &#8211; Pengertian dan Fungsi","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/apa-itu-overload-relay\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1451"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1981,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1451\/revisions\/1981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}