{"id":1175,"date":"2021-12-04T05:19:50","date_gmt":"2021-12-04T05:19:50","guid":{"rendered":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/?p=1175"},"modified":"2025-05-14T14:57:22","modified_gmt":"2025-05-14T14:57:22","slug":"sistem-tiga-fasa-tak-seimbang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/sistem-tiga-fasa-tak-seimbang\/","title":{"rendered":"Sistem Tiga Fase Tidak Seimbang"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teknik khusus untuk menangani sistem tiga fase yang tidak seimbang adalah metode komponen simetris, yang berada di luar cakupan teks ini. Kita akan mempelajarinya dalam waktu dekat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan untuk membaca \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-ac-tiga-fasa\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">apa itu rangkaian tiga fase<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kita mempelajari tentang rangkaian tiga fase, kita akan mempelajari:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/tegangan-tiga-fasa-seimbang\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tegangan tiga fase seimbang<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/daya-tiga-fase-seimbang\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya tiga fase seimbang<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya tiga fase tidak seimbang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengukuran daya tiga fase<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sistem Tiga Fase Tidak Seimbang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempelajari dan memahami sistem tiga fase tidak akan lengkap tanpa mempelajari dan menganalisis sistem tiga fase yang tidak seimbang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tiga fase yang tidak seimbang terjadi ketika <\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rangkaian-arus-bolak-balik-sederhana\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">rangkaian AC<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tiga fase kita memiliki bentuk gelombang sinusoidal dari tegangan atau arusnya yang tidak sama atau\/dan tidak bergeser tepat 120<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">o<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\"> dari satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tiga fase yang tidak seimbang bukanlah hal yang langka dalam transmisi dan distribusi daya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita berhadapan dengan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tiga fase seimbang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tiga fase tidak seimbang<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita perlu mengetahui apa yang menyebabkan sistem menjadi \u201cseimbang\u201d atau \u201ctidak seimbang\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa penyebab sistem tiga fase tidak seimbang:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber tegangan tidak sama besarnya dan\/atau memiliki perbedaan sudut fasa dari masing-masing fasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beban tidak sama satu sama lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/rumus-impedansi-dan-admitansi-rangkaian-ac\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Impedansi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak sama satu sama lain, disebabkan oleh ukuran kawat, panjang kawat, impedansi sumber yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kesalahan sistem yang terjadi di <\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/konsep-dasar-rangkaian-listrik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">rangkaian listrik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kita, seperti komponen yang rusak, sekring putus, atau kehilangan daya yang berlebihan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Distorsi harmonik yang disebabkan oleh komponen nonlinier seperti induktor dan kapasitor. Komponen-komponen ini dapat mendistorsi <\/span><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/bentuk-gelombang-sinusoidal\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bentuk gelombang sinusoidal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kita baik tegangan maupun arus.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem seimbang, kita selalu memiliki:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber tegangan yang sama dalam besaran dan sudut fasa. Misalnya, sistem tiga fasa dengan sumber tegangan pada 120V dan frekuensi 50Hz untuk setiap fasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Impedansi beban yang sama. Misalnya, sistem tiga fasa dengan hanya beban resistansi atau beban induktif atau beban kapasitif dengan nilai yang sama untuk semua jalur.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian,<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem yang tidak seimbang disebabkan oleh sumber tegangan yang tidak seimbang atau beban yang tidak seimbang.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu hal yang perlu diingat bahwa sumber tegangan tiga fasa yang tidak seimbang merupakan fenomena yang sangat langka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menganalisis sistem tiga fasa yang tidak seimbang akan membutuhkan banyak waktu. Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan mengasumsikan bahwa setiap rangkaian yang kita gunakan memiliki sumber tegangan yang seimbang dan impedansi beban yang tidak seimbang.<\/span><\/p>\n\n\n\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2922006417402343\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\n     data-ad-layout=\"in-article\"\n     data-ad-format=\"fluid\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-2922006417402343\"\n     data-ad-slot=\"1458053914\"><\/ins>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Beban Tidak Seimbang pada Sistem Tiga Fasa<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tiga fase dikatakan seimbang jika semua beban jalur sama satu sama lain. Jika salah satu beban dinaikkan, maka sistem tersebut akan menjadi tidak seimbang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena jalur tersebut akan menarik lebih banyak arus daripada dua jalur lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja dampak dari sistem tiga fase yang tidak seimbang? Akan ada:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan panas oleh motor tiga fase.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi masa pakai mesin karena peningkatan panas dan tekanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya biaya operasional karena daya reaktif yang dihasilkan lebih banyak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerugian daya I<sup>2<\/sup>R meningkat karena daya aktif lebih kecil daripada daya reaktif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggerak motor menjadi tidak dapat diandalkan dan mengurangi efisiensi karena torsi yang dihasilkan lebih rendah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aliran arus netral yang signifikan di rangkaian yang tidak akan terjadi di rangkaian seimbang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja sifat-sifat sistem tiga fase yang tidak seimbang? Sifat-sifat tersebut adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk gelombang tiga fase terganggu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus jalur tidak sama satu sama lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kabel netral diperlukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerugian daya lebih tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengatasi Sistem Tiga Fasa Tidak Seimbang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ada cara untuk memperbaiki sistem tiga fase yang tidak seimbang? Sebelum kita membahas cara mengubah rangkaian tidak seimbang menjadi rangkaian seimbang, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah sistem tiga fase yang tidak seimbang menjadi sistem tiga fase yang seimbang:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyeimbangan beban dengan mendistribusikan beban secara merata ke setiap fase.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Detektor kesalahan dapat membantu kita mengatasi kesalahan dan memperbaikinya sesegera mungkin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/koreksi-faktor-daya-pfc\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koreksi faktor daya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> akan meningkatkan faktor daya kita untuk menghasilkan dan mengkonsumsi daya yang lebih efisien.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terapkan filter untuk mengurangi distorsi harmonik yang ada di rangkaian kita.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pencocokan impedansi untuk memastikan setiap impedansi di setiap fase disesuaikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan jika kita berhadapan dengan sistem tiga fase, kita masih dapat menggunakan analisis mesh dan nodal. Tentu saja KCL dan KVL juga berguna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan rangkaian di bawah ini. Di sini kita memiliki sistem tiga fase tak seimbang empat kawat yang terhubung bintang yang terdiri dari:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber tegangan tiga fase seimbang (tidak tergambar dalam rangkaian)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Impedansi beban terhubung bintang yang tidak seimbang (Z<sub>1<\/sub>, Z<sub>2<\/sub>, dan Z<sub>3<\/sub>).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3132\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-1.jpg\" alt=\"Sistem Tiga Fase Tidak Seimbang 1\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-1.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-1-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-1-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-1-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kita sudah menetapkan impedansi beban tidak seimbang, maka semua Z<sub>A<\/sub>, Z<sub>B<\/sub>, dan Z<sub>C<\/sub> tidak sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan hukum Ohm, kita memperoleh arus jalur sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3134\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/1.gif\" alt=\"\" width=\"114\" height=\"183\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem tiga fase yang seimbang, arus yang dihasilkan pada rangkaian netral seharusnya nol. Namun, di sini, arus pada rangkaian netral tidak nol.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan KCL pada simpul N menghasilkan arus rangkaian netral sebagai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3135\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/2.gif\" alt=\"\" width=\"211\" height=\"50\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita berhadapan dengan sistem tiga fase yang tidak memiliki jalur netral, kita masih dapat menggunakan analisis mesh untuk menemukan arus jalur Ia, Ib, dan Ic. Ini termasuk sistem tiga fase (dan tiga kawat) delta-bintang, bintang-delta, dan delta-delta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita berbicara tentang distribusi dan transmisi daya jarak jauh, kita berhadapan dengan beberapa sistem tiga kawat dengan bumi sebagai konduktor netral.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghitung daya dalam sistem tiga fase yang tidak seimbang, kita harus menemukan daya di setiap fase.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya total tidak hanya tiga kali daya dalam satu fase tetapi jumlah daya dalam tiga fase.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Soal Sistem Tiga Fasa Tidak Seimbang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">1. Beban bintang tak seimbang pada rangkaian sebelumnya memiliki sumber tegangan seimbang 100 V dan urutan a c b. Hitung arus rangkaian dan arus netral, jika diketahui<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ZA = 15 \u03a9<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ZB = 10 + j5 \u03a9<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ZC = 6 \u2212 j8 \u03a9.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan Persamaan (1), arus rangkaian adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3136\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/3.gif\" alt=\"\" width=\"455\" height=\"157\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan Persamaan (2), arus pada rangkaian netral adalah<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3137\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/4.gif\" alt=\"\" width=\"388\" height=\"86\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2. Perhatikan rangkaian di bawah ini. Di sini kita memiliki rangkaian tak seimbang dengan koneksi bintang-bintang tiga kawat. Carilah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(a) arus jalur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(b) daya kompleks total yang diserap oleh beban<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(c) daya kompleks total yang disuplai oleh sumber.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3133\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-2.jpg\" alt=\"Sistem Tiga Fase Tidak Seimbang 2\" width=\"1373\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-2.jpg 1373w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-2-300x178.jpg 300w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-2-1024x608.jpg 1024w, https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/Sistem-Tiga-Fase-Tidak-Seimbang-2-768x456.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1373px) 100vw, 1373px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(a) Kami menggunakan analisis mesh untuk menemukan arus yang dibutuhkan. Untuk mesh 1,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3138\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/5.gif\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"23\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atau<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3139\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/6.gif\" alt=\"\" width=\"352\" height=\"53\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mesh 2,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3140\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/7.gif\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"23\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atau<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3141\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/8.gif\" alt=\"\" width=\"392\" height=\"53\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persamaan (2.1) dan (2.2) membentuk persamaan matriks:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3142\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/9.gif\" alt=\"\" width=\"398\" height=\"54\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Determinan adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3143\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/10.gif\" alt=\"\" width=\"537\" height=\"238\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus mesh adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3144\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/11.gif\" alt=\"\" width=\"414\" height=\"99\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arus jalur adalah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3145\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/12.gif\" alt=\"\" width=\"470\" height=\"83\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(b) Kita sekarang dapat menghitung daya kompleks yang diserap oleh beban.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk fase A,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3146\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/13.gif\" alt=\"\" width=\"395\" height=\"26\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk fase B,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3147\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/14.gif\" alt=\"\" width=\"365\" height=\"26\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk fase C,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3148\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/15.gif\" alt=\"\" width=\"439\" height=\"26\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Total daya kompleks yang diserap oleh beban adalah<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3149\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/16.gif\" alt=\"\" width=\"368\" height=\"21\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(c) Kita periksa hasil di atas dengan mencari daya yang disuplai oleh sumber. Untuk sumber tegangan dalam fase a,<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3150\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/17.gif\" alt=\"\" width=\"451\" height=\"23\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk sumber dalam fase b,<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3151\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/18.gif\" alt=\"\" width=\"439\" height=\"54\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk sumber dalam fase c,<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3152\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/19.gif\" alt=\"\" width=\"416\" height=\"54\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Total daya kompleks yang disuplai oleh sumber tiga fase adalah<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3153\" src=\"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/12\/20.gif\" alt=\"\" width=\"367\" height=\"21\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">menunjukkan bahwa S<sub>s<\/sub> + S<sub>L<\/sub> = 0 dan mengonfirmasi prinsip kekekalan daya ac.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div data-schema-only=\"false\" class=\"wp-block-aioseo-faq\"><h3 class=\"aioseo-faq-block-question\">Apa yang terjadi jika sistem 3 fase tidak seimbang?<\/h3><div class=\"aioseo-faq-block-answer\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika terjadi ketidakseimbangan pada rangkaian tiga fase, rangkaian akan menurunkan efisiensi dan masa pakai motor. Tegangan atau beban yang tidak seimbang akan membuat daya reaktif yang dihasilkan lebih besar, mengurangi faktor daya, meningkatkan rugi daya dan panas pada motor.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div data-schema-only=\"false\" class=\"wp-block-aioseo-faq\"><h3 class=\"aioseo-faq-block-question\">Metode apa yang digunakan untuk mengatasi gangguan 3 fase yang tidak seimbang?<\/h3><div class=\"aioseo-faq-block-answer\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan yang paling umum untuk mengatasi gangguan tiga fase adalah dengan menyeimbangkan beban, detektor gangguan, koreksi faktor daya, atau menggunakan filter elektronik. Fokus utama kami di sini adalah mendeteksi sesegera mungkin dan mengurangi distorsi harmonik.<\/p>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":3154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-1175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-rangkaian-ac","resize-featured-image"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1175"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3155,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1175\/revisions\/3155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wiraelectrical.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}